BANTUL (wartakonstruksi.com) – PT. Aneka Dharma Persada (ADP) bersiap melayangkan somasi terhadap PT. Beton Budi Mulya (BBM) selaku pemenang tender proyek pembangunan kawasan Jalan KHA Dahlan.
Somasi bakal dilayangkan menyusul dugaan tindakan wanprestasi perusahaan asal Semarang itu terkait pengadaan precast pada proyek yang didanai dengan Dana Keistimewaan. Kendati begitu, kepastian kapan somasi dilayangkan, masih menunggu keputusan dari petinggi perusahaan.
Baca juga
“Kami siap somasi, saya sudah komunikasi dengan atasan soal ini. Kami masih menunggu keputusan soal somasi ini,” ucap Jackson Agung Paruka, ST, Sales Manager Div Precast PT. ADP kepada media ini, Rabu (23/9/2020).
Jeckson mengungkapkan, somasi didasarkan pada tindakan wanprestasi yang dilakukan BBM. Lebih jauh dijelaskan bahwa BBM dan ADP terikat perjanjian pengadaan material untuk proyek JL KHA Dahlan dengan nomor 009/KHA-BBM/VIII/2020.
Dalam perjanjian yang ditandatangani pada Senin, 31 Agustus 2020, termuat kesepakatan kedua pihak untuk pengadaan material berupa U-Ditch ukuran 1200x600x600. Surat perjanjian ditandatangani Jeckson dari pihak ADP dan Fahrudin Wahyu Ramadhani selaku Direktur PT. Beton Budi Mulya.
Jeckson menjelaskan, pihaknya tidak habis pikir dengan tindakan wanprestasi yang dilakukan BBM. Padahal, perusahaan yang memiliki kantor cabang di Jalan Kaliurang itu meminta kesediaan ADP menjalin kerjasama sebelum SPPBJ.
“Bagaimana ya, kemarin kasarannya melas-melas ke sini, sekarang malah ke tempat lain. Kemarin katanya mau dikasih setengah, kita gak mau, sudah ada kerjasama kok,” tegasnya.
Jackson juga menyayangkan statemen Kabid Bina Marga Dinas PUPKP Kota Yogya yang menganggap persoalan ini adalah persoalan persaingan usaha antar perusahaan. Menurutnya pernyataan itu aneh karena precast ADP dan Duta Sarana Perkasa dipersyaratkan dalam dokumen lelang.
Dia lebih jauh menegaskan bahwa perusahaannya tidak pernah menyatakan overload atau pun tidak sanggup memenuhi kebutuhan precast. Dia bahkan mengklaim perusahaannya sangat siap dan sudah menyiapkan produk untuk kebutuhan pembangunan di KHA Dahlan.
“Kami sudah siap dan tidak overload. Kami malah sudah siapkan semua kebutuhan untuk di sana,” tegasnya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |