Anomali Proyek Embung UII, Katanya Baru Proses Perencanaan, Kok Sudah Dilelangkan
Rabu, 03 Juli 2019 10:00 WIB

SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Ada yang aneh dalam tahapan proses pembangunan Embung Universitas Islam Indonesia (UII). Pihak kampus mengklaim proses masih dalam tahap perencanaan dan perancangan masterplan, di sisi lain proyek sudah dilelangkan dan sudah masuk tahap pembuktian kualifikasi.

Bahkan, lokasi persis yang akan digunakan untuk pembangunan embung juga belum diketahui. Kenyataan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengingat proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) ini bakal digarap dengan dana hampir Rp 6 miliar.

Bagaimana mungkin proyek yang masih dalam tahap perencanaan dan penyusunan master plan sudah dilelangkan dan hampir mendapatkan pemenang. Berdasarkan apa besaran dana dialokasikan untuk proyek tersebut? Padahal semestinya, proyek didahului dengan proses penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Baca juga:

Kepala Bidang Humas UII, Ratna Permata Sari S.I.Kom., M.A saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp mengungkapkan, bahwa pihak kampus  tengah melakukan proses perencanaan berkaitan pelaksanaan proyek embung UII yang direncanakan dibangun di dalam area kampus terpadu Jalan Kaliurang Km 14,5 Kecamatan Ngemplak, Sleman. “Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan perancangan masterplan,” terang Ratna

Ratna mengungkapkan, lokasi embung dipastikan berada di dalam area kampus, akan tetapi dia belum bisa memastikan posisi dan luasan lahan embung nantinya. “Perencanan calon lokasi, yakni di antara Gedung FTSP dan Komunikasi. Lokasi satunya di antara gedung Sarjito dan laboratorium terpadu. Kami belum bisa memberikan informasi tentang luas embung tersebut,” terangnya.

Menurutnya, fungsi dibangun embung, selain sebagai elemen  estetika landscape, juga berfungsi sebagai lokasi cadangan air, menjaga kualitas air tanah dan sebagai media rekreasi guna mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) pada  rasio minimal tidak  kurang dari 70 persen.

Berita Lainnya:

“Diharapkan pada bangunan itu akan ada biota seperti ikan, dari situ kita bisa mengukur kualitas air kita di kampus terpadu ini. Hal tersebut terkait dengan target kita di UII, karena kita masuk menjadi anggota greenmetric UI dan menempati 10 besar kampus hijau di Indonesia,” paparnya.

Pengumuman lelang embung UII dilakukan melalui laman lpse.pu.go.id. Dari hasil penelusuran diketahui lelang diikuti 182 peserta. Dari jumlah itu 30 di antaranya mengajukan penawaran. penawar terendah pada lelang berkode 51597064 diajukan CV Mahamboro Digdaya dengan harga penawaran Rp 3.715.349.888,80 dari nilai HPS paket Rp 5.982.240.000,00.

Penawar terendah kedua diajukan CV Cahaya Pilar Mas Abadi dengan harga penawaran Rp 3.777.004.032,95. Dan penawar terendah ketiga PT Karya Cipta Mulia dengan nilai penawaran sebesar Rp 3.827.955.344, 36.

Sesuai tahapan, sesuai penelusuran terakhir pada Rabu (3/7/2019) pukul 09.49 WIB pengumuman pemenang seharusnya dilakukan tanggal 2 Juli lalu setelah dilakukan 6 kali perubahan dilanjutkan masa sanggah pada tanggal 3 – 5 Juli. Namun, pada pengumuman hanya tertulis tahapan proses masuk masa sanggah tanpa ada nama kontraktor pemenang lelang. Eko P/WK-001

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News