KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Bendung Kamijoro yang ada di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulonprogo menjadi salah satu destinasi wisata, sejak pembangunannya selesai beberapa bulan lalu. apalagi bendung dilengkapi sejumlah fasilitas seperti taman dan tempat bermain anak.
Sayangnya, beberapa titik dilokasi taman di Bendung Kamijoro mulai nampak adanya kerusakan berupa retakan – retakan, meski retakan tidak terlalu besar.
Dari pemantauan di lokasi taman Bendung Kamijoro, nampak beberapa titik bangunan yang mulai terjadi keretakan, baik di tangga menuju pelataran taman, di jembatan sisi selatan juga nampak mulai menggelembung.
Retakan-retakan ini memang luput dari pantauan publik. Sudarmanto (57), warga Pedukuhan Kaliwiru Desa Tuksono Kecamatan Sentolo, misalnya, tidak tahu ada kerusakan di lokasi itu. walau pun warga sekitar termasuk aktif memanfaatkan lokasi termasuk membangun sejumlah fasilitas penunjang.
Bendung Kamijoro digarap dengan kontrak multiyerars oleh Waskita – PP KSO, nilai kontrak Rp 229.134.581.00,00. Bendung berfungsi untuk suplai air irigasi D.I Pijenen sebesar 2,50 m3/dtk, meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen.
![{$lg[1]}](https://mail.wartakonstruksi.com/upload/07-2019/Kamijoro-Retak-2--03-04.jpg)
Kemudian pemenuhan air baku sebesar 500 ltr/dtk untuk bandara YIA dan kawasan industri. Belakangan air juga akan mengalir ke Bantul sebesar 200 ltr/dtk. Fungsi lain bendung sebagai obyek wisata masyarakat sekitar.
| Penulis | : MG-WK001 |
| Editor | : Sodik |