BSPS 2020, Tahap Pertama Garap 2.000 Rumah Sasaran
Senin, 09 Maret 2020 10:34 WIB

PPK+Perumahan+Swadaya%2C+Satker+Penyediaan+Perumahan+DIY

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan Direktorat Jenderal Perumahan bakal kembali dilaksanakan tahun ini. Pada tahap pertama, sebanyak 2.000 rumah sasaran di empat kabupaten di DIY bakal digarap melalui program ini.

Praditya, PPK Perumahan Swadaya, Satker Penyediaan Perumahan DIY mengungkapkan, secara keseluruhan ada 4.000 rumah sasaran yang akan digarap melalui program BSPS tahun 2020 ini dan akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar 2.000 rumah sasaran.

Baca juga

"Yang sudah diverifikasi di tahun sebelumnya sebanyak 2.000 rumah. Dalam perjalanan masih ada 2.000 lagi sambil menunggu SK dari Dirjen Perumahan. Mungkin minggu ini SK sudah turun," ucap Praditya saat berbincang dengan wartakonstruksi.com, belum lama ini.

Dari 2.000 rumah sasaran yang akan digarap pada tahap pertama 2020, sebanyak 400 rumah ada di 5 kecamatan di Bantul yaitu di Kecamatan Pleret, Pandak, Pajangan, Piyungan, Sedayu dan Bantul. Sedangkan di Gunungkidul tercatat ada 600 rumah yang akan digarap.

Penerima sasaran program di Gunungkidul ada di dua kecamatan yaitu Karangmojo dan Ngawen. Di Kulon Progo, penerima manfaat program juga ada di dua kecamatan yaitu Pengasih dan Nanggulan dengan total rumah yang akan digarap sebanyak 600 rumah sasaran.

"Untuk Sleman ada 400 penerima tersebar di beberapa kecamatan seperti Turi, Minggir, Godean, Cangkringan dan Ngaglik. Yang Kulon Progo kemarin kita baru dapat 500 lebih, masih ada kekurangan 49-an rumah lagi," jelas Praditya.

Dia menambahkan, tahapan pelaksanaan BSPS masih sama dengan periode sebelumnya. Nantinya akan ada sosialisasi lalu pembekalan dan rembug di internal warga untuk menentukan toko bangunan yang akan digunakan.

"Nanti juga ada fasilitator lapangan yang akan membantu memfasilitasi mereka karena mereka itu juga nanti yang memilih sendiri toko bangunannya. Tiap kelompok warga nanti terdiri dari maksimal 20 orang," jelasnya.

Selain itu untuk besaran anggaran juga sama dengan periode sebelumnya, yakni sebesar Rp 17,5 juta. Dari angka itu sebesar Rp 15 juta untuk kebutuhan material dan sisanya Rp 2,5 juta untuk membantu upah tukang.

 

 

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News