KULON PROGO (wartakonatruksi.com) - Pembangunan embung Dlingseng dì Banjaroya, Kalibawang selesai dikerjakan sejak 20 Oktober lalu. Embung ini bakal mendukung program cetak sawah baru di kawasan timur Kulon Progo.
Embung Dlingseng dibangun dengan dana BKK sebesar Rp 4,5 miliar. Embung yang digarap CV. Sinar Karya Perkasa bertujuan sebagai tampungan air dan sumber pengairan di kawasan sekitar. Embung juga berfungsi menyuplai kebutuhan irigasi dalam rangka mencetak sawah baru.
Baca juga
"Pekerjaan dimulai 24 April 2020 dan selesai 100 persen pada 20 Oktober 2020 lalu. Kami bersyukur karena pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai yang kami harapkan," ucap Agung dari pelaksana proyek.
Menurut Agung, embung memiliki tampungan air 23000 meter kubik. Namun demikian proyek yang dikerjakan tahun ini adalah tahap pertama dan baru menyasar pembangunan embung dan jogging track di sekeliling embung. Selain itu item pekerjaan juga meliputi pembangunan 3 pintu air, terdiri dari pintu pengambil 2 dan 1 pintu penguras.
![{$lg[1]}](https://mail.wartakonstruksi.com/upload/12-2020/Agung-KP--15-22.jpg)
"Tahap pertama ini belum sampai pada pemanfaatan, baru tahap pembangunan fisik embungnya saja, nanti untuk fungsinya masih harus ada tahap lanjutan seperti pembangunan saluran tersier dan lain-lain," terangnya.
Untuk memanfaatkan air tampungan embung Dlingseng, Bidang SDA Dinas PUPKP Kulon Progo bakal membangun jaringan irigasi dari dua intake pada embung Dlingseng, yakni intake kiri dan kanan. Irigasi ini untuk mendukung program cetak sawah baru seluas 50 hektare lebih.
Kepala Dinas PUPKP Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan, untuk embung Dlingseng ada wacana juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Sehingga di sekeliling embung dilengkapi dengan sabuk ijo berupa tanaman-tanaman di sekeliling embung.
![{$lg[1]}](https://mail.wartakonstruksi.com/upload/12-2020/tinjau-embung--15-22.jpg)
Dia berharap embung yang sudah selesai pembangunannya dan sudah terisi dengan air itu bisa memberi manfaat sebagaimana yang direncanakan. Walau pun, dia mengakui masih harus ada pembangunan lanjutan agar pemanfaatannya optimal.
Pembangunan lanjutan itu adalah pembangunan saluran-saluran baik tersier maupun saluran menuju lahan warga. Dengan demikian, aliran air dari embung Dlingseng diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sawah tadah hujan yang semula panen sekali setahun menjadi dua kali plus palawija.
Dengan begitu sekaligus memuluskan program cetak sawah baru di kawasan tersebut. “Cetak sawah baru itu bukan berarti mengubah lahan pekarangan menjadi lahan pertanian, dari pertanian tidak beririgasi teknis menjadi beririgasi teknis juga cetak sawah baru namanya peningkatan produktivitas hasil pertanian,” katanya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |