Hampir Overload, Balai PIALAM Siapkan Alih Teknologi IPAL Sewon
Jumat, 16 Agustus 2019 14:04 WIB

Kepala+Balai+PIALAM+DIY

BANTUL (wartakonstruksi.com) – Kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon nyaris overload. Sambungan rumah pada IPAL ini sudah mendekati target yakni 25.000 sambungan rumah (SR). Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum (PIALAM) DIY menyiapkan alih teknologi agar tidak overload.

Kepala Balai PIALAM DIY, Rosdiana Puji Lestari ST M.Eng, kepada Warta Konstruksi mengakui bila kapasitas IPAL Sewon sudah mendekati target alias nyaris penuh. Karena itu pihaknya berupaya agar tidak terjadi overload. Ada beberapa langkah yang disiapkan, salah satunya dengan melakukan alih teknologi mengingat untuk memperluas areal pengolahan IPAL sudah tidak dimungkinkan.

Baca juga

“Kemungkinan besar akan ada alih teknologi, kemarin sudah di FGD (focus group discussion) – kan, tahun 2020 mudah-mudahan sudah bisa direalisasi. Mudah-mudahan karena alokasi anggaran dari pusat sudah ada,” ucap Rosdiana, kemarin.

Dia mengungkapkan, alih teknologi yang akan dilakukan kemungkinan dengan memperbanyak aerator pada kolam penampung. Saat ini pada masing-masing kolam hanya ada satu aerator, nah jumlahnya akan diperbanyak agar bisa menambah kapasitas IPAL Sewon.

Sesuai hasil analisis yang sudah dibuat, lanjutnya, dengan penambahan aerator dapat menambah kapasitas menjadi 30.000 - 35.000 SR dari semula maksimal 25.000 SR. “Jadi teknologinya itu penambahan aerator. Sudah dihitung, bisa menambah kapasitas jadi 30.000-35.000 SR,” jelasnya.

Pengolahan air limbah di IPAL Sewon hanya melakukan pengolahan fisik tanpa ada penambahan kimia lain. Kecuali saat hasil olahan akan dialirkan keluar, akan ditambahkan klorin untuk membunuh bakterinya. “Jadi memang hanya fisik, hanya penyaringan, pengendapan, kemudian aerasi untuk mensupport pengendapan,” katanya.

Ditambahkan, selain alih teknologi, juga akan dibangun IPAL baru di dua lokasi, yakni Bambanglipuro Bantul dan Caturtunggal, Depok, Sleman. Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini sudah tersedia dan diharapkan sudah bisa mulai digarap pada 2020 mendatang.

Balai PIALAM, sambung Rosdiana, terus mendorong masyarakat untuk melakukan penyambungan SR ke instalasi milik Balai Pialam. Salah satu tujuannya untuk mencegah pencemaran air tanah. “Terutama untuk masyarakat di Kota yang tempat tinggalnya sangat berdekatan. Itu kenapa kita support terus untuk membuat SR ke jaringan limbah kita,” pungkasnya.

 

Penulis : ED-WK01
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News