SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Sebagai sarana pengembangan kewirausahaan dan menampung kreativitas siswa didik berkebutuhan khusus, Sekolah Luar Biasa C Wiyata Dharma 2 (SLB C Widhar 2) Sleman kini memiliki tiga fasilitas baru, Omah Warna (OW), warung serba ada (Waserda) dan ruang literasi.
Grand opening dan peresmian 3 sarana prasarana itu dilangsungkan, Rabu (23/10/2019) di area sekolah setempat di Padukuhan Plumbon Lor, Desa Mororejo, Kecamatan Tempel. Hadir dalam kesempatan itu Bakhtiar Nur Hidayat selaku Kabid Pendidikan Khusus Dinas Dikpora DIY, Sekretaris Kecamatan Tempel, Artoni Suwasti, perwakilan TNI/Polri dan pemerintah desa setempat.
Baca juga
Kepala SLB C Widhar 2 Sleman, Budi Sudarini menjelaskan, pengembangan kewirausahaan bagi SLB merupakan salah satu program Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Program itu, salah satunya diimplementasikan dengan membuat OW. Desainnya dibuat dengan mengoptimalkan bangunan yang tersedia. Tujuan pendiriannya untuk mendorong para siswa berkebutuhan khusus agar mampu berwirausaha di berbagai bidang usaha, terlebih saat lepas dari sekolah.
![{$lg[1]}](https://mail.wartakonstruksi.com/upload/10-2019/Wirdha--23-21.jpg)
"OW merupakan salah satu pengembangan kewirausahaan sebagai wadah hasil kreativitas, di dalamnya didisplay produk kreasi seluruh siswa. Ada selendang, slayer, syal. Juga ada produk souvenir seperti gantungan kunci, kalung bros, tasbih serta produk handycraft seperti keset dan cempal. Bidang pertukangan dan pertanian ada produk paving dan batako, aneka sayuran dan pupuk kompos da nada juga produk pembuatan telur," terang Budi.
Dia menambahkan, di area sekolah juga dibuka Waserda diperuntukan bagi masyarakat luas. "Tersedia aneka kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah dan jajanan sehat di waserda yang kita buka," katanya.
Apresiasi diungkapkan Sekcam Tempel, Artoni Suwasti. Dia menyebut inovasi ini merupakan hal yang luar biasa dan ke depan pihaknya akan memberikan pendampingan. "Gagasan mendirikan omah warna sekaligus dinten dodolan di sekolah ini merupakan inovasi yang luar biasa, perlu kiranya lebih dipublikasikan kepada khalayak luas agar produk dan kegiatan ini dapat diketahui secara luas, kita akan melakukan pendampingan. Ini menjadi tugas kita bersama," terang Artoni.
Sementara Bakhtiar Nur Hidayat mengatakan perlu peran serta seluruh lapisan agar keberadaan ABK ini dapat mandiri dan memiliki jiwa wirausaha terutama saat membaur di tengah masyarakat. Mengingat membuat ABK agar bisa mandiri merupakan tugas yang berat.
“Bukan hanya sekolah saja, diperlukan pula sinergitas dengan dunia industeri dan usaha untuk memasarkan produk dan sebagai tempat magang sehingga produk difabel ini mendapatkan penghargaan lebih tinggi di pasaran seperti halnya di luar negeri. Semoga acara ini menjadi motivasi untuk berkiprah dan pemicu untuk makin inovatif," harapnya.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |