BANTUL (wartakonstruksi.com) – Kerusakan pada Jembatan Kiringan di Jetis Bantul, ditanggapi PPK proyek tersebut, Ary Widiantoro. Menurutnya kerusakan tidak terjadi pada struktur utama jembatan yang dibangun dengan nilai Rp 11,6 miliar tersebut.
Ari menjelaskan, struktur utama pada wingwall jembatan milik BPBD Bantul itu tidak patah. Namun demikian, dia tidak menampik adanya patahan yang disebabkan karena penurunan pada urugan oprit.
Baca juga
“Sebetulnya struktur utama pada wingwallnya tidak patah cuma urugan pada opritnya mengalami sedikit penurunan sehingga terjadi patah pada sambungan tersebut,” ucap Ary kepada media ini melalui pesan whatsApp.
Belum diketahui langkah apa yang diambil untuk memperbaiki patahan pada jembatan yang baru selesai dibangun pada November 2020 lalu tersebut. Yang jelas kerusakan pada jembatan itu sangat disayangkan.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya, ditemui di lokasi mengatakan, sempat ada perbaikan pada bagian jembatan yang rusak itu namun ternyata masih ada kerusakan pada bagian ujung jembatan. “Selesai November tahun lalu, ternyata ada yang rusak, sempat diperbaiki belum lama ini tapi ternyata tidak semua,” katanya sembari mengulang permintaan agar tidak disebutkan namanya.
Selain itu, menurutnya, pada bagian ujung jembatan mengalami longsor di bagian bawahnya. Dia khawatir bila kondisi itu akan berdampak serius pada jembatan di kemudian hari. “Bagian bawah ujung barat tanahnya longsor,” sambungnya.
Ditambahkan bahwa selama proyek berjalan, warga tidak dilibatkan kecuali hanya beberapa orang yang dilibatkan sebagai pengamanan.
Selain longsoran, di bagian bawah tampak bangunan talud yang tidak seluruhnya diurug. Urugan hanya terlihat pada sebagian talud saja, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka, entah kemana material yang sebelumnya ada di lokasi itu.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |