LINDI TPAS BANYUROTO: Pengakuan Warga, Dugaan Kebocoran Biasa Terasa Saat Musim Hujan
Minggu, 21 Juli 2019 08:03 WIB

Instalasi+Pengolah+Lindi+TPAS+Banyuroto

KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Polemik limbah lindi atau limbah air dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Banyuroto Kecamatan Nanggulan belum juga reda. Warga sekitar memberi pengakuan bahwa lindi TPAS biasa terasa saat musim hujan.

Pengakuan ini menguatkan dugaan kemungkinan adanya kebocoran lindi saat musim hujan. Sementara pada sejumlah kolam yang digunakan untuk memproses limbah lindi tersebut masih nampak adanya genangan limbah yang diperkirakan tidak bisa kering meskipun sudah memasuki musim kemarau yang cukup panjang.

Pemandangan ini kontras dengan cekdam Tawang yang berada diwilayah Pedukuhan Tawang desa setempat. Cekdam seluas lebih dari 2 hektare dan merupakan tanah hak milik warga ini tampak kering dengan ditumbuhi rumput serta tanaman eceng gondok. Lokasi inilah akhir dari pembuangan limbah lindi yang sempat dikeluhkan sejumlah warga lantaran diduga rembesan air limbahnya mencemari sumur milik warga sekitar.

Mujahid (58), salah satu warga Pedukuhan Tawang mengatakan, saat musim kemarau seperti sekarang keberadaan limbah lindi tidak terasa lantaran cekdam Tawang mengering. “Pas hujan yang dulu itu sumur sepertinya terasa bau enggak enak tapi enggak tahu juga penyebabnya apa. Ya sekarang mengering tapi kalau musim penghujan airnya penuh juga,” tutur Mujahid.

{$lg[1]}
Cekdam Tawang dalam kondisi kering

Sedangkan dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun, keberadaan cekdam Tawang sudah diminta kembali oleh pemilik lahan yang merupakan warga dari pedukuhan tetangga. Hal ini memicu kekhawatiran warga beberapa pedukuhan, baik warga Pedukuhan Tawang maupun Pedukuhan Sambiroto Desa Banyuroto, yang berjarak sekitar lebih dari 1 km dari lokasi kolam utama TPAS.

Kekhawatiran warga muncul menyusul adanya rencana pembuangan limbah lindi melalui selokan umum kemudian bermuara di Sungai Serang. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Kepala Desa Banyuroto, Sudaljana, saat ditemui beberapa hari lalu. merespons kekhawatiran itu, Kades berharap agar proses pengolahan limbah lindi di kolam utama serta beberapa pipa saluran limbah bisa diperbaiki terlebih dahulu, sebelum akhirnya dialirkan ke selokan umum.

“Harapan kita proses pengolahan bisa diperbaiki dan juga beberapa pipa jaringan yang mencuat ke permukaan juga perlu pembenahan, sehingga yang sekarang jadi permasalahan di masyarakat bisa diantisipasi,” ungkap Sudaljana saat itu.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News