PROYEK JEMBATAN MUJA MUJU: Pekan Ini Pembongkaran Pondasi Lama
Senin, 17 Juni 2019 10:19 WIB

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Setelah sempat terhenti saat libur Lebaran, pekerjaan proyek penggantian jembatan Muja Muju jalur lambat kembali dilanjutkan pekan ini. Pekerjaan meliputi persiapan pembongkaran pondasi jembatan lama.

Kepastian ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penggantian Jembatan Muja-Muju, Umi Akhsanti ST MT, Senin (17/6/2019). “Minggu ini sudah mulai persiapan untuk pembongkaran pondasi bawah,” ucapnya.

Proses ini diupayakan bisa selesai dalam waktu dua pekan atau sampai akhir Juni ini. Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana maka pada awal Juli mendatang pekerjaan sudah mulai memproses penggalian untuk struktur jembatan yang baru.

Proyek senilai Rp 5,9 miliar itu digarap PT Bejo Lumintu Minulyo yang beralamat di Jl Wonosari-Semanu, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul dengan dengan nomor kontrak 050/0305/V/2019. Proyek dijadwalkan selesai dalam jangka waktu 240 hari kalender.

Pada awalnya, pekerjaan sempat menimbulkan keraguan lantaran penawaran yang diajulan ‘ndlosor’ dari pagu sebesar Rp 7,5 miliar. Namun PPK memastikan ada beberapa hal yang menjadi poin plus sehingga penawaran yang diajukan pelaksana masih masuk dalam perhitungan.

“Ibarat orang datang kalau punya awat sendiri, dan produksi sendiri itu masih bisa. Nah pemenang ini aspalnya dia punya AMP sendiri, betonnya juga punya batching plan sendiri. Oh ini berarti dia masih bisa dapat selisih dari situ,” terang Umi.

Dikatakan, selain beton dan aspal item yang memiliki bobot yang cukup besar adalah girder, dari nilai total girder mempunyai bobot 30 persen. Namun demikian, lanjut dia, dengan memiliki alat serta aspal dan beton sendiri maka semua bisa menjadi dapat dipertanggungjawabkan, dengan kata lain penawaran perusahaan tersebut menjadi masuk akal.

Lebih jauh dia menjelaskan soal pengawasan proyek, selain perangkat yang berkontrak yakni konsultan pengawas, pihaknya juga akan terbantu dengan keterlibatan semua pihak karena letak proyek berada pada jalur utama dan tidak jauh dari kantornya, jadi secara tidak langsung semua dapat ikut mengawasi mengawasi proyek tersebut.

Untuk memastikan pekerjaan dalam keadaan aman, pihaknya akan menekankan kepada pelaksana supaya pengadaan girder sesuai dengan time schedule. Kenapa demikian? karena menurut pengalaman girder harus dibeli dengan uang cash, karena jika tidak bisa dipastikan akan terlambat.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News