PT SAINT-GOBAIN CONSTRUCTION: Produksi Material Bangunan Ramah Lingkungan
Senin, 09 April 2018 04:07 WIB

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Pembangunan properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini cenderung ke konsep Green Building, yakni bangunan hijau yang ramah lingkungan untuk terciptanya kualitas kehidupan yang lebih baik. Guna memenuhi kecenderungan itulah Saint Gobain Gyproc Indonesia atau PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) hadir di tengah masyarakat sebagai produsen bahan bangunan yang konsen terhadap isu lingkungan.

“Saint-Gobain Gyproc telah diproduksi di 56 negara, sedangkan di Indonesia dikenal dengan  nama Gyproc dan telah dibuat di Sini (Indonesia) selama 3 tahun terakhir,” jelas Brand & Marcomm Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Rini Anggraeni kepada sejumlah awak media di Eastparc Hotel Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Rini, sebagai perusahaan bahan bangunan ramah lingkungan yang inovatif dan peduli isu lingkungan, kehadiran Produk Gyproc di DIY saat ini diharapkan bisa menjadi alternatif sebagai bahan bangunan ramah lingkungan selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan seiringpermintaan yang cenderung meningkat.

Sementara Kriswido Prasetya selaku Technical Support & Specification Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Gyproc memberikan solusi pemakaian untuk dinding. ”Sebenarnya ini merupakan solusi, bukan hanya dipakai sebagai plafon saja namun bisa memakainya sebagai  bagian dinding,” tuturnya.

Di sisi lain Rini Anggraeni juga menegaskan sebagai produk papan gypsum mengusung teknologi dinding kering (Drywall System) atau lebih dikenal GypWall. Konsep Gypwall merupakan bentuk kontruksi kering yang tidak mengunakan batu bata dan semen basah. “Sehingga dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen, tidak menghasilkan kotoran dan mengurangi labor cost hingga 25 persen,” bebernya.

Pada kesempatan itu Kriswido juga memperkenalkan salah satu produk baru dari Gyproc yang dinamai Habito. ”Habito sebagai dinding terkuat, mampu menahan baban hingga 30 kg per titik, memungkinkan untuk memasang barang-barang tanpa rasa khawatir, bahkan tahan pecah meskipun dipukul dengan martil,juga tahan getaran dan guncangan gempa,” sebutnya.

Untuk membuktikan kekuatan pruduk Habito, salah satu rekan media, wartawan Tempo Muh Syaifullah meragakan pukulan keras menggunakan martil yang diarahkan ke dinding Habito, hasilnya dinding tetap berdiri kokoh tanpa ada kerusakan. Bukan hanya itu, kursi yang terpasang di dinding Habito mampu menahan beban orang yang sedang duduk dengan aman, juga terbukti kuat  untuk mengantungkan 1 unit kendaraan roda dua.

Penulis : Eko Purwono
Editor : ED-WK02
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News