Peningkatan Jalan Beran - Balong, Terganggu 74 Tiang Telepon yang Belum Dipindahkan
Sabtu, 05 Oktober 2019 05:00 WIB

Progres+proyek+jalan+Beran+Balong+30+persen

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Progres Peningkatan jalan Beran - Balong Lanjutan mencapai 30 persen. Capaian tersebut dinilai sudah cukup maksimal mengingat adanya beberapa masalah di lapangan.

Didik Iftanto, GS proyek peningkatan jalan Beran-Balong kepada wartakonstruksi.com mengungkapkan, pekerjaan persiapan pada paket tersebut memang cukup berat, sebab masalah yang ada cukup kompleks.

"Kita harus 'njugili' tunggak pohon yang sebelumnya sudah ditebang pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jumlahnya lumayan banyak mencapai 234 pohon," ungkap Didik saat ditemui pada Jum'at (4/10/2019).

Baca juga

Menurutnya, pembongkaran tonggak pohon tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya diameter pohonnya cukup besar sehingga harus diangkat menggunakan alat berat berukuran besar. "Alat kecil gak ngangkat, harus yang besar," terangnya.

Selain pohon, utilitas lain yang berada di ruas Beran-Balong cukup menggangu. Hingga saat ini, lanjut dia, tiang telepon yang berjumlah 74 buah belum dipindahkan. Ada juga tiang rambu milik Puskesmas Nyaen yang harus dipindah karena kena imbas pelebaran jalan.

{$lg[1]}
Progres peningkatan jalan Beran - Balong 30 persen, tapi terganggu puluhan tiang telepon yang belum dipindah. Foto: Dok WK

Namun, terkait tanah warga yang terdampak pelebaran dirinya menaruh respect kepada warga karena mereka tidak mempermasalahkan bila digunakan untuk pelebaran, hanya saja secara administratif tetap menghadirkan BPN.

Ia menambahkan, sejauh ini progres masih sesuai rencana, sudah di angka 30 persen. Bila penyiapan lahan sudah selesai, progres akan dengan sendirinya ngebut karena pekerjaan pengaspalan punya bobot yang signifikan sehingga tinggal menyisakan pekerjaan perapihan saja.

Proyek peningkatan ruas jalan Beran – Balong sepanjang 2,85 km, digarap dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 11 miliar.

 

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News