Porous Paver Embung Giwangan : Disebut Masih Ada Cor Setempat, Pembongkaran Hanya Formalitas?
Kamis, 10 Desember 2020 07:58 WIB

paving+pori+cor+di+embung+Giwangan

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Persoalan pemasangan porous pavement atau paving berpori pada jalur pejalan kaki di embung Giwangan ternyata belum sepenuhnya tuntas. Informasi yang diterima redaksi, masih ada pemasangan dengan cor setempat.

Masih menurut informasi itu, pemasangan paving berpori dengan cor setempat dilakukan berbarengan dengan pembongkaran paving yang sempat diberitakan Wartakonstruksi.com. Hanya bagian yang dicor itu kemudian ditutupi dengan terpal.

Baca juga

Guna memastikan hal itu, media ini coba mengonfirmasi PPK proyek, Subekhan. Namun pesan yang dirim tidak dibuka, padahal dalam posisi online. Selang dua hari, pesan yang dikirim tidak juga dibuka.

Ini tentu aneh dan menimbulkan tanda tanya besar. Jangan-jangan pembongkaran yang dilakukan sebelumnya hanya formalitas saja. Dugaan itu kian kuat karena tidak ada kepastian berapa banyak poros paver cor setempat yang diganti. Padahal ini penting guna disinkronkan dengan temuan media ini di lapangan.

Hal lain yang jadi pertanyaan adalah rekomendasi konsultan bahwa paving di sudut kecil bisa dicor di tempat sedangkan dengan sudut besar bisa menggunakan porous paver. Nah, saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai alasan teknisnya, PPK proyek tidak memberikan tangapan.

Semestinya alasan teknis konsultan cukup beralasan dan pasti, salah satunya dalam hal ukuran sudut. Perlu ada kepastian ukuran kecil yang dimaksud, sehingga persoalan ukuran ini tidak diinterpretasi seenaknya dan dijadikan justifikasi untuk memudahkan pekerjaan.

Sebab, masih hasil pantauan media ini, di lapangan hanya ada dua mesin potong ukuran sedang yang digunakan untuk memotong porous paver. Dimungkinkan pelaksana kesulitan memotong paving menjadi ukuran yang lebih kecil. Padahal mestinya bisa diatasi bila mau mendatangkan mesin ukuran lebih kecil.

 

Penulis : WK-004
Editor : ED-WK02
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News