Rehabilitasi Masjid Syuhada Hampir Selesai, Prasarana Sudah Mulai Digunakan

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Kabar baik datang dari proses rehabilitasi Masjid Syuhada Yogyakarta. Proses rehabilitasi berjalan sesuai jadwal dan mendekati akhir. Bahkan sudah ada prasarana yang mulai digunakan.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis D.I. Yogyakarta, Ir. Raden Haryo Satriyawan, ST., M.M mengungkapkan, progres kulumatif rehabilitasi masjid Syuhada per tanggal 18 September sudah mencapai angka 87, 573 persen.  

Baca juga

Menurut Haryo, perkembangan pekerjaan rehabilitasi Masjid Syuhada berjalan bersamaan dengan penyelesaian sejumlah bagian pekerjaan. “Hingga periode tersebut, toilet utara atau toilet ikhwan telah selesai,” jelas Raden Haryo, Kamis (24/9/2026).

Dia menjelaskan, meski belum selesai 100 persen, namun sudah ada prasarana yang mulai digunakan, sepeti Gedung TK juga telah selesai dan tercatat sudah digunakan untuk aktivitas yayasan. Sementara itu, bagian pekerjaan lainnya masih dalam proses pengerjaan dan tidak terdapat pekerjaan yang belum dimulai.

Lebih jauh dijelaskan, dalam lingkup pekerjaan rehabilitasi Masjid Syuhada, terdapat sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan aksesibilitas. Fasilitas yang ditampilkan meliputi lift difabel, guiding block, serta tempat wudhu dan toilet difabel untuk ikhwan dan akhwat.

“Fasilitas-fasilitas tersebut menjadi bagian dari pekerjaan yang saat ini masih berlangsung,” jelasnya.

Ditambahkan, di lapangan sejumlah bagian rehabilitasi masih proses pengerjaan. Fasilitas aksesibilitas masih belum belum dapat dinyatakan selesai dan belum dapat digunakan karena pengerjaannya masih berjalan.

Proyek rehabilitasi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp18,33 miliar dan dikerjakan oleh PT Razasa Karya dengan pengawasan PT Retracindo Konsultan Indonesia KSO sebagai konsultan manajemen konstruksi.

“Kami berharap rehabilitasi ini selesai tepat waktu sehingga Masjid Syuhada dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan tetap mempertahankan nilai sejarahnya sebagai salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta,” harapnya.

Penulis

WK 002

Editor

Dodi Pranata