SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Penggunaan aspal Buton alias Asbuton ternyata tidak hanya diaplikasikan pada pekerjaan di Winongo dan ruas Kretek-Parangtritis saja. Ruas Prambanan – Pakem - Tempel juga menggunakan jenis aspal yang sama yaitu asbuton.
Kepastian ini disampaikan Ridwan Subarkah ST, PPK 1.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah DIY, Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR kepada wartakonstruksi.com, kemarin. Dia memastikan tidak ada kendala dalam aplikasi aspal dari hasil bumi Nusantara ini.
“Kita juga pakai asbuton di ruas Prambanan – Pakem sepanjang 4,7 kilometer. Sejauh ini hasilnya cukup baik. Tidak ada kendala. Sekarang sudah selesai tinggal pemeliharaan saja,” ucap Subarkah.
Dia menjelaskan, meski tidak ada kendala dalam aplikasinya di lapangan namun dia tidak menampik bila pekerjaan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang lebih cepat. Kondisi ini dipengaruhi kondisi Asphalt Mixing Plant (AMP) yang produktivitasnya juga tidak banyak.
Dengan kondisi itu, produksi harus dilakukan secra konstran disesuaikan dengan alat yang ada. Sebab bila dipaksakan berproduksi lebih banyak justru berakhir dengan adanya trouble. “Memang enggak bisa digeber. Kalau dipaksakan banyak pasti ada yang trouble,” katanya.
Disinggung keterlambatan pengiriman asbuton seperti pada pekerjaan di Winongo, Subarkah juga memastikan ada keterlambatan pada pekerjaan di Prambanan – Pakem. Hanya saja, keterlambatan tidak selama pada pekerjaan di Winongo hanya 2-3 hari.
“Jadi waktunya itu kan panjang tapi pekerjaannya tidak banyak. Sehingga kalau telat 2-3 hari itu masih di jadwal dan tidak masalah,” terangnya.
Sebelumnya asbuton produksi Retona, diaplikasikan pada pekerjaan di Winongo Bantul dengan panjang 500 meter dan pada ruas Kretek-Parangtritis sepanjang 1 kilometer.
Aspal yang sama sebelumnya sempat diuji coba oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. Uji coba dihampar pada jalan yang berlubang di Gang Kunti, Sorosutan.
| Penulis | : ED-WK01 |
| Editor | : Dodi Pranata |