SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kecelakaan di jalan dipengaruhi banyak hal. Selain faktor pengendara, kondisi jalan dan fasilitas pendukungnya turut andil menekan atau menambah angka kecelakaan. Fasilitas yang memadai akan dapat membantu menekan angka kecelakaan itu.
Tapi fasilitas yang ada di ruas jalan Padukuhan Gedongan Nglarang, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman jauh dari kata memadai. Di ruas jalan itu terdapat pengaman jalan dibuat hanya menggunakan material bambu, itupun dibangun atas inisiatif warga sekitar.
Di sisi lain jalan tersebut merupakan salah satu jalan padat lalu lintas, sebagai jalur alternatif yang sering dimanfaatkan pengguna jalan untuk menuju ke arah Kabupaten Magelang, mulai dari Jalan Ring Road Barat kemudian melalui jalan tersebut, selanjutnya melewati Kecamatan Sleman dan Tempel hingga ke Jalan Magelang.
Pagar pengaman dari bambu dipasang dengan panjang sekitar 40 meter dicat warna merah putih pada sisi utara, sedangkan di sisi pagar merupakan jurang curam yang merupakan bagian dari Sungai Bedog. Pasangan bambu yang lain juga terdapat di bagian selatan, sepanjang 20 meter.
![{$lg[1]}](https://mail.wartakonstruksi.com/upload/07-2019/Pagar-Bambu-2--03-06.jpg)
Salah satu warga Gedongan RT 03 bernama Joko Sujarwo mengaku sebelum adanya pagar pengeman ia pernah menyaksikan kecelakaan di lokasi tersebut. Saat itu sebuah mobil terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 6 meter. ”Itu sebelum adanya pengaman bambu ini,” ucap Joko.
Dia menjelaskan, pengaman berupa pagar dari bamboo sebenarnya tidak memadai, mengingat lalulintas kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 di jalan ini termasuk padat, terlebih saat jam berangkat dan pulang kerja, apalagi saat musim liburan.
Karena itu ia berharap agar Pemkab Sleman bisa membuat pagar pengaman yang permanen dan lebih aman bagi masyarakat yang lewat.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |