KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Untuk mengendalikan dan meminimalisir terjadinya banjir di Kabupaten Kulon Progo bagian selatan khususnya di lokasi pembangunan bandara baru dan sekitarnya, Pemerintah Pusat dalam hal ini BBWS Serayu Opak melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) akan menggelontorkan dana Rp 372 Miliar.
PPK Sungai Pantai II BBWS Serayu Opak, Aris Fajar Suryono ST kepada wartakonstruksi.com, Minggu (27/5/2018) mengatakan dana sebesar itu akan dialokasikan untuk pembangunan proyek pengendali banjir, bangunan tersebut berfungsi sebagai pengamanan sarana dan prasarana umum, salah satunya Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) yang pelaksanaan konstruksinya sedang berjalan.
Baca juga
"Pengamanan prasarana umum berupa Bandara NYIA dimana pelaksanaan konstruksinya sudah dimulai pada tanggal 27 Januari 2017 yang ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking oleh Presiden Jokowi," ungkap Aris
Selain untuk pengamanan Bandara, lanjut Aris, pembangunan prasarana pengendali banjir ini juga berfungsi untuk mengamankan area permukiman warga, jalan nasional dan terutama mengamankan lahan persawahan dari bahaya banjir.
Disebutkan, sebelumnya lahan persawahan yang terkena banjir akibat meluapnya sungai progo dan anak-anak sungainya berupa lahan pertanian seluas kurang lebih1.165,25 hektar dan areal yang terkena banjir akibat meluapnya sungai serang dan anak-anak sungainya berupa lahan pertanian seluas kurang lebih 1.602,9 hektare.
Karenanya selain untuk mengatasi dampak perubahan cuaca yaitu banjir yang terjadi pada DAS (Daerah Aliran Sungai) Progo dan DAS Serang di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul pembangunan penanggulangan banjir di kawasan strategis nasional ini, adalah dalam rangka untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pembangunan prasarana pengendalian banjir tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp 372 miliar, paket pekerjaannya terdapat 2 kontrak, keduanya menggunakan tahun jamak atau Multy Years Contract.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |