YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Disamping untuk melayani kebutuhan irigasi, Bendung Kamijoro ternyata berfungsi juga untuk mengatasi kebutuhan air bersih Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) Kabupaten Kulonprogo.
Menurut rencana layanan air bersih yang dihasilkan oleh bendung kamijoro ini akan dinikmati pada tahun 2019, namun pada prosesnya mengalami beberapa perubahan termasuk pembangunan Bandara NYIA yang semula di tahun 2019 sudah bisa beroperasi tapi mengalami kemunduran, sehingga prasarana pendukung lainnya juga mengalami hal yang sama, akan tetapi tahun 2020 air bersih sudah dapat dipastikan mengalir sampai ke bandara.
Pejabat Pembuat Komimen (PPK) Air Tanah dan Air Baku, Sony Santoso ST mengatakan, Bendung Kamijoro ini selain berfungsi untuk irigasi juga berfungsi sebagai intake (pengambilan air baku dari sungai, red), hal ini merujuk pada kebutuhan air bersih pada bandara NYIA. "Dengan demikian nantinya kebutuhan air bersih bandara terlayani oleh bendung ini," ujar Sony.
[caption id="attachment_687" align="aligncenter" width="847"]

Bendung Kamijoro memasuki 80 persen tahap pengerjaan.[/caption]
"Air baku yang di hasilkan intake bendung kamijoro mempunyai kapasitas air mencapai 500 liter per detik dengan estimasi distribusi untuk kebutuhan bandara sebanyak 200 lt/dt, dan untuk kebutuhan industri kawasan bandara sebanyak 100 lt/dt, sedangkan sisanya untuk kebutuhan kawasan industri pasir besi," terangnya
lihat juga: PEMBANGUNAN BENDUNG KAMIJORO: Progres 70 Persen, Rampung Akhir Desember
Menurutnya, air bersih yang dihasilkan dari Bendung Kamijoro baru bisa dimanfaatkan bandara pada tahun 2020, saat ini pihaknya baru mempersiapkan pembangunan jaringan transmisinya, pembangunan ini diperkirakan selesai tahun 2019. Nantinya jaringan ini akan terkoneksi dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA). jaringan transmisi ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 2 kilometer dari intake.
Lebih lanjut Sony mengatakan, untuk mensukseskan program ini, pembangunannya melibatkan beberapa instansi, untuk pembangunan bendung dan jaringan transmisiya dikerjakan oleh BBWS SO, sementara DED dilakukan Bidang Cipta Karya PUP ESDM DIY, sedangkan untuk water treatment plant (WTP) atau Instalasi pengolahan air (IPA) dikerjakan oleh Satker PSPAM (Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum) sedangkan untuk pengelolaannya nanti diserahkan kepada PDAM Kabupaten Kulonprogo.
(WK-3)
| Penulis |
: |
| Editor |
: redaksiwk |