SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Sebagai upaya merawat bumi, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (Hima Tricaka) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar penyuluhan hidroponik dan pembuatan Lubang Biopori, kemarin.
Kegiatan dalam rangka menyemarakkan Sepekan Arsitektur 2018 dengan memilih tema Sustainable ini berlangsung di Sanggrahan RT 8 Padukuhan X Sonopakis Kidul Ngestiharjo Kasihan, Bantul diikuti oleh 30 orang warga setempat.
“Penyuluhan hidropoik perlu sebab sekarang banyak masyarakat yang tidak memiliki lahan atau memiliki lahan namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Kami berharap dengan adanya acara ini, timbul minat bercocok tanam dikalangan warga,” kata Ketua Panitia Penyuluhan Hidroponik, Antonius Pandu Nugroho.
Pelatihan pembuatan Hidroponik[/caption] Dijelaskannya, jenis hidroponik yang diajarkan yakni Hidroponik Wick, dengan cara menanam tanaman menggunakan botol plastik.”Botol yang digunakan merupakan botol bekas minuman sehingga hidroponik jenis ini relatif murah dan dapat mengurangi sampah plastik,” jelasnya di sela menyampaikan cara pembuatan hidroponik wick sekaligus pemberian bibit serta nutrisi.
Di tempat terpisah, diadakan pula pelatihan pembuatan Lubang Biopori di Kompleks Perumahan Dirgantara Babarsari, diikuti sebanyak 80 peserta.
“Lubang biopori ini dibuat sebab lahan untuk resapan air mulai berkurang sehingga jika musim hujan banyak genangan air. Kami berharap mahasiswa arsitektur UAJY untuk menyumbangkan aksinya untuk membantu masyarakat,” beber Ketua Panitia Pembuatan Lubang Biopori, Holy Fabian.
Lubang biopori merupakan teknik peresapan air dengan cara menggunakan paralon yang telah dilubangi kemudian dimasukan ke dalam tanah dengan posisi vertikal. ”Pada paralon tersebut diberikan sampah organik. Sehingga selain dapat meresap air dengan kapasitas yang relatif banyak, teknik ini dapat menghasilkan pupuk kompos, ”imbuh Holy.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |