KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memiliki proyek pembangunan normalisasi sungai-sungai di Kulonprogo dengan anggaran total lebih dari Rp 700 miliar. Namun, banyak dari program itu yang tidak masuk kategori prioritas sehingga justru merugikan masyarakat.
Hal ini diungkap LSM Gerbang Bintang Selatan (GBS) yang fokus penyoroti pembangunan di Kulonprogo. GBS pun meminta BBWSSO meninjau ulamg proyek-proyek yang digarap tiga perusahaan besar, antara lain PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Brantas Abipraya.
"BBWSSO agar meninjau ulang. Prioritaskan yang harus dibangun duluan, karena ini sudah mendekati musim hujan. Kalau banjir kan masyarakat yang menanggung akibatnya," ucap Gendut Minarto, Ketua GBS kepada
wartakonstruksi.com, Minggu (16/9/2018).
Baca juga:
Gendut mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pantauan langsung di dua wilayah di Kulonprogo yang harusnya lebih diprioritaskan namun belum diperhatikan. Di antaranya di wilayah Karangwuni dan Krembangan. Di Karangwuni, normalisasi sungai belum dilakukan. Padahal, wilayah tersebut sering dilanda banjir.
"Di Karawangwuni itu kan ada proyek, yang didahulukan itu tidak penting. Apabila hujan, air dari sungai Serang masuk ke Sungai di Karangwuni karena klep-nya sudah rusak. Pintu airnya juga sudah jebol. Sampai saat ini belum diperbaiki, padahal saat ini sudah bulan September,†katanya.
Menurutnya, jika pintu air dan wilayah pinggiran belum dibangun, maka wilayah Karangwuni dan Garongan dipastikan terendam banjir saat musim hujan tiba. Dampaknya, para petani akan rugi dan meresahkan masyarakat.
Sungai Krembangan belum tersentuh padahal GBS menyebut lebih mendesak dibandingkan yang lain. Foto: Arif K Fadholy
Di Desa Krembangan, kata dia, saat ini sudah hampir musim panen. Namun belum ada proyek yang dikerjakan. Sedangkan proyek di daerah Giripeni yang tidak menjadi prioritas, justru sudah digarap.
"Kami meminta BBWSSO dan rekanan agar memerioritaskan yang langsung berhubungan dengan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Ini harus dibangun, enggak boleh dibiarkan saja. Karena ini mempengaruhi hajat hidup orang banyak," tegas Gendut.
Gendut menambahkan, proyek normalisasi sungai di Kulonprogo saat ini masih terkonsentrasi di induk-induk sungai. Dia berharap, anak-anak sungai juga diperhatikan. Daerah yang sering dilanda banjir harus didahulukan. Dia juga menyarankan BBWSSO melakukan pembangunan secara simultan.
"Kalau hanya memikirkan induknya tapi enggak memikirkan anaknya, nanti anaknya tertinggal. Anak-anaknya lari-lari sendiri malah mengganggu tetangganya, kira-kira begitu," pungkas Gendut.
Jurnalis : Arif K Fadholy
Editor   : Sodik
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |