SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Jalan akses menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau Depo Sampah di Padukuhan Panasan, Desa Triharjo, Sleman telah selesai digarap. Sayangnya, belum ada tanda-tanda depo sampah bakal segera dioperasikan.
Informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyebut, depo sampah kemungkinan baru akan dioperasikan pada 2019. Kendati begitu, pilihan operasional awal tahun tetap jadi pertanyaan mengingat jalan akses yang semula diminta warga telah selesai.
Jalan akses menuju depo sampah yang digarap CV Aneka Adi Jasa memiliki lebar 3 meter dan panjang 570 meter. Pembangunan akses jalan meliputi pengaspalan dan betonisasi yang dilaksanakan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 285 juta.
Baca juga:
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi menjelaskan, nantinya, pengelolaan depo sampah akan diserahkan kepada Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengelolaan Sampah. Saat mulai dimanfaatkan, Junaidi memastikan tidak akan ada tambahan fasilitas di depo yang mangkrak tersebut.
â€Bangunanya ya seperti itu dulu, dimanfaatkan dulu, kalau ditemukan kerusakan akan dilakukan pemeliharaan dulu,†katanya kepada
wartakonstruksi.com, Kamis (20/9/2018).
Terpisah Kepala Desa Triharjo, Irawan SIP berharap fasilitas pengelolaan sampah itu segera dimanfaatkan agar tidak mangkrak lebih lama mengingat depo sampah telah dibangun sejak 2016 lalu. “Segera dioperasionalkan saja,†pintanya.
Meski sudah ada rencana pengelolaan oleh UPT, namun Irawan menyatakan pihak desa siap pengelolaannya diserahkan kepada desa. â€Kami butuh kejelasan dan kepastian berkaitan operasional nanti, jika akan diserahkan ke desa kami akan segera mengadakan bimbingan teknis terkait dengan pengelolaan sampah,†katanya.
Seperti diberitakanÂ
wartakonstruksi.com sebelumnya, depo sampah yang dibangun oleh DLH Kabupaten Sleman dengan alokasi anggaran tahun 2016 sebesar Rp 300 juta di Padukuhan Panasan, terlihat mangkrak. Padahal sebelumnya tanah seluas 600 meter persegi tersebut merupakan salah satu lahan produktif bagi pertanian di wilayah tersebut.
Jurnalis : Eko Purwono
Editor   : Dodi Pranata
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |