Jalan Berlubang di Piyungan Ditambal, Satker PUP ESDM Minta Kasus Tak Terulang
Senin, 28 Januari 2019 17:19 WIB
BANTUL (wartakonstruksi.com) – Jalan berlubang di Piyungan, di dekat SMK Budi Dharma Bantul, yang sempat makan korban laka lantas akhirnya diperbaiki. Hari ini terlihat ada petugas dari penyedia jasa yang mulai menambal lubang-lubang pada jalan tersebut. Dari pengamatan media ini terlihat tidak hanya ada satu lubang di jalan menanjak tersebut. Setidaknya ada lebih dari lima lubang dengan beragam ukuran dan kedalaman. Lubang juga tersebar di beberapa titik. Di siang hari keberadaan lubang masih bisa terlihat karena sudah ada tanda dari cat warna putih mengitari lubang. Namun pada malam hari apalagi saat hujan deras, penerangan yang tidak memadai ditambah genangan air membuat lubang tidak terlihat. Inilah yang membuat pengendara mengalami kecelakaan setelah terjatuh. Peristiwa ini terjadi kemarin lusa. Baca juga: Langkah penyedia jasa menambal lubang di jalan itu tetap dikritisi Aliansi Pengawas Konstruksi (APK) karena dinilai lamban. Sebab, perbaikan dilakukan setelah adanya korban. Padahal, penyedia jasa memenangkan lelang yang dilakukan dengan lelang awal. “Seharusnya bisa langsung digarap sebelum jatuh korban. Tapi sudahlah, sudah terjadi. Kasus ini jadi pembelajaran. Instansi terkait juga jangan ragu menegur penyedia jasa yang lalai seperti ini,” ungkap Direktur Eksekutif APK, Baharuddin Kamba. Senada diungkap Kepala Satker Dinas PUP-ESDM DIY, Harwanto ST. Ia pun tidak ingin kasus seperti di Piyungan terjadi di daerah lain. “Lubang di jalan Wonosari-Yogya persisnya di Piyungan sudah ditutup mulai hari ini,” ucap Harwanto.

Beberapa lubang di ruas jalan Wonosari-Yogya mulai ditambal. Penanganan lubang terhitung lamban lantaran telah ada korban laka meski tidak ada korban jiwa. Foto: Ist

Dia menjelaskan, setelah tanda tangan kontrak Satker memerintahkan kontraktor untuk melakukan tutup lubang dalam masa pengembalian kondisi selama 3 bulan sejak kontrak ditandatangani. Tidak ada alasan bahwa tidak ada AMP yang produksi sehingga menunda kegiatan tutup lubang. “Karena sudah ikut lelang, berarti  kontraktor sudah siap. Jadi tidak ada alasan bahwa tidak ada AMP yang produksi kemudian pekerjaan ditunda. Pekerjaan harus dilakukan sesuai kontrak. Kalau tidak siap, jangan ikut lelang,” tegasnya. Harwanto menambahkan, salah satu tujuan lelang dini adalah tanda tangan kontrak segera dilaksanakan dengan harapan kondisi ruas jalan Yogya-Wonosari-Duwet dapat terpelihara sehingga tidak ada kerusakan yang mengakibatkan gangguan pengguna jalan. (Redaksi WK)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News