GUNUNGKIDUL (wartakonstruksi.com) - Pembangunan kembali jembatan gantung Wanagama awalnya untuk mengganti jembatan lama yang putus akibat gempa Tahun 2006 lalu, namun kini bertambah fungsi sebagai akses penghubung antara hutan Wanagama dan obyek wisata Telaga Kemuning.
Multi fungsi keberadaan jembatan tersebut dibenarkan oleh PPK 4 Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional, Rikhi Afriansyah ST MT. Ia juga berharap dengan dilakukan pembangunan kembali jembatan yang memang merupakan sarana utama penghubung jalan, bisa meningkatkan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sana, terutama dalam kerangkan kelancaran lalu lintas usahanya.
"Awal mulanya jembatan dibangun untuk mengganti jembatan lama yang runtuh karena gempa 2006, karena keberadaannya untuk akses penelitian civitas akademika Universitas Gajah Mada, bidang kehutanan, juga tentu saja untuk kelancaran lalu lintas usaha masyarakat di sana," tuturnya, Rabu (11/4/2018).
Menurutnya, karena ada destinasi baru wisata di Gunungkidul yang nyambung antara hutan Wanagama Bunder dengan Telaga sisi baratnya maka jembatan ini menjadi akses wisata antara keduanya bisa lebih ramai.
Jembatan Wanagama dengan konstruksi yang spektakuler.[/caption] Rikhi menjelaskan, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar 45 meter asimetri dan pondasi bawah sumuran, abutment dengan beton K-250, jembatan gantung merupakan bantuan dari Kementerian PUPR dengan program Judesa ( Jembatan untuk desa ), yang berada di lingkup kerja paket jalan akses panjang 4765 m, jelasnya.
Jembatan Wanagama ini dibangun pada tahun 2017, tepatnya pada tanggal 10 Juli 2017 dengan menggunakan dana APBN yang lumayan besar. “Pada 11 Desember pekerjaan tersebut diserah terimakan dari pihak penyedia jasa kepada pemerintah,” pungkasnya.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |