KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Penerapan aspal plastik tengah diuji coba di Kulonprogo, tepatnya di ruas jalan Sentolo-Nanggulan-Klangon. Karena masih tahap uji coba, aspal plastik baru diaplikasikan pada jalan sepanjang lima kilometer.
Meski begitu, belakangan berembus kabar bahwa kabupaten paling barat di DIY itu berencana mengaplikasikan aspal plastik untuk jalan kabupaten. Jika ini benar, maka tantangan Kulonprogo makin berat terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan plastik untuk campuran aspal.
Staff Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo, Agustina Dyah Saraswati mengatakan, saat ini pihaknya hanya mampu menyuplai 2,3 ton plastik dari total keseluruhan yang dibutuhkan sebanyak 8 ton. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya mengandalkan bantuan sekolah dan madrasah seluruh Kulonprogo yang bekerja sama dengan bank sampah di kecamatan dan induk.
Terkait:
"Pemenuhan ini hanya jangka pendek saja. Jalan kabupaten juga kayaknya mau dicoba teknologi tersebut (aspal plastik). Ada keinginan seperti itu. Kalau itu terealisasi, maka program untuk menabung sampah plastik terus berjalan," ucap Agustina kepada
Warta Konstruksi, Selasa (27/11/2018).
Agustina mengungkapkan, untuk aspal, campuran plastiknya sekitar 30 persen dari total kebutuhan. Klasifikasinya, plastik kresek semua warna dengan ketebalan tertentu dalam kondisi bersih dan kering. Kalau plastik polibag tidak masuk klasifikasi karena palstiknya terlalu tebal.
Agustina menerangkan, hingga pertengahan bulan November 2018, pihaknya telah mengumpulkan 1,8 ton plastik kresek atau masih kekurangan 500 Kg. Untuk memenuhi kebutuhan, tengah diupayakan dari luar Kulonprogo.
"Pemenuhan ini hanya jangka pendek saja. Jalan kabupaten juga kayaknya mau dicoba teknologi tersebut (aspal plastik). Ada keinginan seperti itu. Kalau itu terealisasi, maka program untuk menabung sampah plastik terus berjalan" - Agustina Dyah Saraswati.
Sebenarnya, lanjut dia, rencananya semuanya akan dipenuhi di Kulonprogo, tetapi karena keterbatasan waktu dan ada beberapa yang retur atau tidak sesuai spesifikasi, pemenuhan kebutuhan terpaksa dilakukan dari luar.
"Mungkin saat ini sudah bisa, tapi saya belum update lagi apakah sudah terbungkus semua atau belum. Seharusnya akhir November ini sudah harus clear jumlahnya sekian," terangnya.
Terkait aplikasi aspal plastik di jalan Sentolo-Nanggulan-Klangon, Agustina mengaku belum mengetahui perkembangan terakhir. Beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya direncanakan diundang untuk melihat hasilnya, namun belum terealisasi. Sehingga, sampai saat ini DLH Kulonprogo belum mengetahui pasti berapa persen plastik kresek yang sudah diaplikasikan.
Baca juga:
Dia menambahkan, sejatinya program menabung sampah palstik kresek tersebut arahnya ke pemberdayaan masyarakat dengan tujuan utamanya mengurangi sampah plastik di Kulonprogo. Selanjutnya, pihaknya juga ingin memberdayakan masyarakat terutama bank sampah.
"Kita mobilisasi bank sampah menyasar ke sekolah. Sekolah akan menjadi nasabah bank sampah di kecamatan. Bank sampah itu yang mengumpulkan sampah plastik, kemudian dibawa ke bank sampah induk. Setelah itu diproses untuk menjadi cacahan yang disesuaikan dengan kualifikasi yang diinginkan oleh kementerian PU," pungkas Agustina.
(Arif K Fadholy/Sodik)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |