Konstruksi Selokan Mataram Jebol, Setahun Dibiarkan Tanpa Perbaikan
Senin, 01 Oktober 2018 13:03 WIB

selokan mataram 1

SLEMAN (wartakonstruksi.id) –Selokan Mataram merupakan salah satu saluran irigasi yang vital bagi masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menyuplai air ke areal persawahan. Namun jika kondisi rusak dan tidak segera diperbaiki tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa. Kondisi seperti itu nampak pada salah konstruksi bangunan yang berada tepat di sisi selatan ruas jalan di Padukuhan Kutu, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman. Pantauan Warta Konstruksi, tepat di bawah jalan terdapat lubang yang cukup lebar, panjangnya mencapai 2 meter dan terdapat lorong menjorok ke dalam ke arah badan jalan, seperti  bekas terkisi air. Baca juga: Kondisi ini mengkhawatirkan karena kepadatan lalu lintas di daerah tersebut terhitung cukup padat, di utara bangunan jebol itu terdapat Pasar Kutu. Saat debit air selokan meningkat, kerusakan bangunan tidak terlihat jelas karena tertutup air. Warga mengaku khawatir dengan kondisi itu. Seperti diungkap salah satu pedagang yang mengaku bernama Wadi. ”Kerusakan bangunan itu sangat mengkhawatirkan, terlihat  sudah sekitar satu tahun yang lalu. Saya amati lobangnya semakin lebar,  sepertinya ambles dan terkikis oleh air sedikit demi sedikit,” ungkap penjual es buah di sisi utara selokan, Minggu (30/10/2018) siang.

Senada yang dikatakan Hafid, salah satu pemuda yang kebetulan sedang berada di lokasi. Dia mengaku cemas. ”Kondisi seperti itu jika didiamkan dikawatirkan akan terjadi longsor sewaktu-waktu, dan sangat mengancam jiwa terutama pengendara yang sedang melintas dan warga yang tinggal di lokasi itu. Kami berharap segera diperbaiki,” mohon dia. Menanggapi itu Direktur Eksekutif Aliansi Pengawas Konstruksi (APK) Baharudin Kamba mendesak instansi terkait untuk segera memperbaiki  kerusakan bangunan. ”Di jalan itu kan arus lalu lintas tergolong cukup padat, jangan sampai menunggu terjadi bencana dulu  baru diperbaiki. Segera saja diperbaiki, karena di bagian lainya juga terjadi kerusakan serupa,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno MT mengatakan, perihal jebolnya bagian irigasi yang familier disebut Saluran Van der Wijk itu bukan ranahnya. ”Itu bangunan milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak,” ucapnya singkat. Eko Purwono
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News