Lagi Ngehits, Pengelola Ingin Taman Pelangi Jadi Destinasi Wisata yang Merakyat
Kamis, 22 November 2018 05:40 WIB

Taman Pelangi Btl 1

BANTUL (wartakonstruksi.id) - Taman Pelangi yang terletak di Dusun Bembem, Trimulyo, Jetis, Bantul merupakan salah satu destinasi wisata yang saat ini sedang ‘nghits’ dan banyak pengunjungnya. Taman Pelangi diharapkan menjadi wisata keluarga yang merakyat.

"Semoga Taman Pelangi ini bisa merakyat. Soalnya kan sekarang banyak wisata yang mahal. Pengennya Taman Pelangi ini jadi wisata murah untuk rakyat. Saat ini gratis masuk, cuma ada dana sukarela seikhlasnya," ucap Gipi, salah satu pengurus Taman Pelangi.

Baca juga

Dia menerangkan, pihaknya dulu pernah diundang oleh Dinas Pariwisata Bantul terkait pengembangan wisata tersebut. Akan tetapi, pihaknya masih berpikir dan belum ingin Taman Pelangi itu diurus oleh Dinas Pariwisata Bantul.

"Jika ada bantuan dari dinas, maka akan ada bangunan permanen dan akan menjadi masalah bila ada banjir dikarenakan tempat wisata tersebut berdasarkan di pinggir Sungai Opak dan objeknya juga sungai. Masalah selanjutnya, kalau diurus pihak dinas, maka pengunjung juga akan dikenakan tiket masuk, sehingga dianggap tidak merakyat lagi"- Gipi, pengelola Taman Pelangi.

Terkait nama, lanjut Gipi, yang memberi nama justru anak-anak TK. Awalnya warga sekitar belum terpikirkan akan memberi apa taman tersebut. Kemudian anak-anak TK banyak yang mengunjungi dan jalan-jalan di taman tersebut dan melihat banyak warna-warni di taman tersebut, lalu anak-anak tersebut menamakan taman tersebut dengan taman pelangi.

Taman tersebut baru dibuka dan dikenal sekitar bukan Juni 2018. Aliran sungainya termasuk tenang karena berada di antara dua bendungan (mantras) yakni mantras Blawong dan mantras Kembang Songo. Di sana, para pengunjung bisa menaiki perahu wisata dengan membayar Rp 5.000, ada kolam untuk berenang anak-anak, dan bebas berfoto atau selfie.

"Kalau hambatan utamanya ya banjir, tapi kalau musim hujan banjirnya biasa. Kalau yang parah waktu lalu, pas ada badai cempaka itu. Selama saya 20 tahun di sini ya baru itu. Kalau mau bangun permanen, kan mikir juga," pungkas Gipi. 

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News