SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Pembangunan Underpass Kentungan terkendala masalah lahan, semula akan dibangun di awal tahun 2018 hingga kini masih belum dilakukan pelelangan. Sumber-sumber wartakonstruksi.com menyatakan sangat menyayangkan terkendalanya kelangkaan lahan dan pelelangan yang belum kunjung dilakukan.
Dikonfirmasi, Jumat (13/4/2018), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Pembanguan Jalan Nasional ( PJN ) Provinsi DI Y, Sukiswandi ST MT mengatakan terkait rencana pembangunan underpass Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunannya. Hanya saja proyek tersebut membutuhkan tambahan lahan yang sampai saat ini belum clear, ungkap Kiswandi saat ditemui media ini di kantornya.
"Kewenangan terkait lahan ada pada daerah, sehingga kami hanya menunggu hasilnya jika semuanya sudah clear akan segera di tenderkan," terangnya.
Proyek Underpass Kentungan awalnya direncanakan akan dibangun pada tahun 2019 bersamaan dengan Underpass Gejayan, namun karena pemerintah daerah menilai perlu segera dibangun maka tahun kemarin kita ajukan ke badan anggaran, dan berhasil disetujui.
Kiswandi menambahkan, jika dua proyek dikerjakan bersamaan dalam satu anggaran dikhawatirkan akan terjadi kemacetan yang luar biasa karena disamping jaraknya berdekatan, jalan Arteri utara ini merupakan jalur utama bagi transportasi barang.
“Karena itu pembangunannya akan dilakukan bertahap, tahun ini underpass kentungan dan tahun berikutnya Underpass Gejayan,” jelasnya. Menyoal teknis konstruksi bangunan, dirinya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan, karena tahun ini sudah ada PPK yang membidangi khusus jembatan.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |