SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Sebuah bangunan rumah milik Heni Susanti warga Padukuhan Gondang, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel remuk akibat tertimpa pohon, Minggu (30/12/2018) pagi. Kejadian terjadi dipicu lantaran kondisi pohon yang sudah lapuk ditambah kuatnya embusan angin pada saat peristiwa itu.
Tidak ada korban jiwa,  akan tetapi menurut keterangan Kepala seksi Pemerintahan (KasiPem) Desa Banyurejo Irwan Darmanta kerugian materi  akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 10 juta.
“Kejadianya terjadi sekitar jam 10.45 WIB, sebatang pohon melinjo dengan diameter kurang lebih 130 cm dengan panjang 20 meter tiba-tiba roboh dan menimpa rumah itu (milik Heni Susanti, red). Penyebabnya diduga karena kondisi pohon yang sudah rapuh ditambah oleh kencangnya tiupan angin,†ungkap Irwan disela melakukan proses evakuasi.
Dia menjelaskan, kondisi  rumah yang beralamat di Gondang RT 02 RW 25 cukup parah, sebagian besar bagian genting dan tembok hancur. Pihaknya bersama warga segera melakukan penyelamatan.
[caption id="attachment_3708" align="aligncenter" width="650"]

Warga bersama aparat setempat sedang melakukan evakuasi.[/caption]
â€Begitu kita mendapatkan kabar, kami aparat desa setempat bersama sejumlah warga segera mendatangi lokasi kejadian untuk pendataan dan melakukan evakuasi. Banyak pihak ikut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, tadi ada Polsek Tempel, BPBD Sleman, relawan JKM dan Sayegan Rescue. Kita gunakan peralatan gergaji mesin agar cepat teratasi,†bebernya.
Atas kejadian tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Drs Joko Supriyanto M.Si mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi perubahan cuaca, terlebih menurut perkiraan BMKG bahwa akan terjadi puncak musim penghujan dan berpotensi angin kencang saat memasuki bulan Januari 2019 nanti.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk lebih waspada salah satunya dengan cara memangkas pohon-pohon yang rawan roboh. Yang tak kalah pentingnya perlu pemeliharaan drainase ataupun parit di sekitar tempat tinggal,†ajaknya.
(Eko Purwono)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |