SLEMAN (wartakonstruksi.com) –  Pembangunan saluran drainase di sisi jalan tepatnya di wilayah Padukuhan Warak Kidul, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati dikeluhkan warga. Proyek yang berada tepat di sisi Lapangan Warak  telah berlangsung selama 2 minggu.
Semestinya realisasi pembangunan dilakukan dari sisi utara menuju ke arah selatan, namun realitanya bertolak belakang. Sehingga proyek dengan nilai Rp 1,1 miliar itu dianggap menggangu aktivitas perekonomian masyarakat. Satu di antaranya Ny Sri Linangkung, pemilik warung soto yang berhadapan langsung dengan proyek.
Baca juga:
“Sekitar dua minggu ini sudah berlangsung proyek drainase, sayangnya kok dikerjakan dari selatan dulu. Di tempat ini  ada sederetan tempat untuk usaha dan pemukiman  milik masyarakat, seharusnya kan dari utara dulu, ya sangat terganggu kalau ada yang jajan,†ucap Sri Linangkung, Senin (24/9/2018).
Menurut Sri, sebelum pekerjaan dimulai terlebih dulu dilakukan sosialisasi. Ia termasuk warga yang diundang dalam sosialisasi tersebut. Kendati begitu ia tetap menyayangkan tidak adanya papan proyek yang menginfomasikan perihal keberadaan proyek di seputar lokasi.
â€Sebelumnya sudah ada sosialisasi ke warga, termasuk saya juga diundang, tapi ngak ada keterangan mengenai proyek hanya sebatas dijelaskan bahwa akan ada proyek drainase. Harapannya agar cepat selesai,†jelasnya.
Ny Prihatin warga Ngemplak Kendangan mengatakan, saat masih dioperasionalkan alat berat berupa ekskavator terkadang terjadi kemacetan. Namun kemacetan jalan diantisipasi oleh petugas proyek dengan buka tutup jalan.
Sementara itu, salah satu pekerja membenarkan bahwa sedang ada  pekerjaan pembuatana drainase sepanjang  170 meter.
Jurnalis : Eko Purwono
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |