Proyek Gedung Baru USD: Rektor Klaim Sesuai Izin, Warga Tetap Minta Sosialisasi
Selasa, 03 Juli 2018 09:07 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Meski memicu protes warga, tahapan pembangunan gedung Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) di Padukuhan Mrican, Desa Caturtunggal, Sleman tetap berlangsung. Pihak kampus mengklaim pelaksanaan proyek telah memenuhi persyaratan. “Pembangunan gedung tersebut dilakukan di atas gedung yang sudah digempur, saat dilakukan kenduri pada bulan April 2018 sebanyak 12 RT kita undang, semua masyarakat mendukung dan memberi doa restu, tapi oleh pak Dukuh tidak bisa disebut sebagai sosialisasi,” jelas Rektor USD , Johanes Eka Priyatma, saat jumpa pers, Senin (2/7/2018) di Gedung Pusat Kampus 2 USD. [caption id="attachment_1681" align="aligncenter" width="650"] Pekerja operator alat berat mengabaikan keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.[/caption] Bahkan, kata Eka, pihaknya menegaskan bahwa seluruh perizinan proses  pembangunan gedung  enam lantai di atas tanah seluas  5.871 meter persegi tersebut sudah terpenuhi dan telah mendapatkan  izin mendirikan bangunan (IMB). ”Dalam Perbup (Peraturan Bupati) Sleman Nomor 21 Tahun 2017 tidak ada kata sosialisasi tertulis disana, pembangunan legal, tidak ada peraturan yang dilanggar, bahkan IMB sudah kita peroleh,” tandas Eka didampingi Wakil Rektor II, Aufridus Atmadi dan Ketua Pembangunan Andre Sugijopranoto tanpa menunjukkan bukti IMB yang disebut. Baca juga: Dukuh Mrican, Sumarji ketika dikonfirmasi merasa belum pernah memperoleh informasi perihal IMB  pembangunan  gedung tersebut. ”Kami belum pernah melihat IMB itu, kita tetap minta digelar sosialisasi,” sigkatnya. Sementara Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso mengatakan  pihak kampus belum meminta izin kepada pemerintah desa terkait pembangunan gedung USD tersebut. ”Saat ini kami masih menunggu hasil koordinasi antara warga padukuhan Mrican dengan kampus,” katanya. (Redaksi WK)
Penulis :
Editor : editorwk
Tags :
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News