KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Pembangunan Jogja Agro Techno Park (JATP) tahap pertama di Kabupaten Kulonprogo hampir selesai. Untuk mempercepat pekerjaan proyek yang sudah masuk tahap finishing, kontraktor pelaksana mengerahkan 400 pekerja yang bekerja secara lembur.
"Progresnya hampir 100 persen. Tin
ggal pembersihan, kurang ngecat-ngecat tembok. Tinggal scaffolding-nya dicopot, sudah selesai semua," ucap Unggul Cahyanto, Pelaksana Lapangan JATP saat ditemui
Wartakonstruksi.com, Sabtu (8/12/2018).
Dia menerangkan, kontrak proyek JATP akan berakhir pada 28 Desember 2018. Akan tetapi, pihaknya optimistis pada tanggal 15 Desember 2018 JATP sudah jadi atau sudah bisa diserahterimakan.
Baca juga:
JATP dikelola oleh Pemda DIY melalui Dinas Pertanian DIY dan dilaksanakan oleh PT. Ardi Teknindo Perkasa. Dana keseluruhan yang dibutuhkan untuk pembangunan tahap satu ini mencapai Rp 37,3 miliar. Luas kawasan JATP tahap 1 mencapai 7,7 hektare dan terdiri dari taman buah, restoran, areal kandang, green house, gudang alsintan, gudang produksi, dan kolam rekreasi.
JATP rencananya akan difungsikan menjadi unit pembelajaran agrobisnis, tempat pelatihan dan alternatif wisata pendidikan berbasis pertanian. Sebelumnya, lahan ini digunakan untuk Balai Pengembangan Pembenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura, UPT di bawah Dinas Pertanian DIY.
Terkait penerangan, Unggul memastikan sudah disiapkan. Setelah pekerjaan selesai 100 persen, listrik tinggal dinyalakan. Dari pantauan
Warta Konstruksi di lapangan, terlihat landscape dan 13 gazebo sudah jadi. Sedangkan joglo, dalam tahap pemasangan atap.
Salah satu sudut proyek JATP di Kulonprogo. Pekerjaan proyek bernilai puluhan miliar itu hampir rampung dan rencananya akan diserahterimakan sepekan ke depan. Foto: Arif K Fadholy
Unggul mengungkapkan, ada beberapa bangunan yang tidak masuk dalam perencanaan, namun pihaknya membuat bangunan itu karena dianggap perlu. Di antaranya seperti musholla atau masjid dan kandang kelinci. "Kalau masjid, kami kasih plafon dan keramik. Kalau kandang kelinci, soalnya kelincinya sudah ada sehingga kami buatkan kandangnya, kami kasih servis lebih," terangnya Unggul.
Upaya percepatan pembangunan yang dilakukan agar proyek JATP selesai tepat waktu, salah satunya dengan melaksanakan pekerjaan pada malam hari. Unggul menjelaskan, saat ini ada 400 pekerja yang bekerja hingga jam 10 malam. Meskipun hujan, Â para pekerja tetap melakukan tugasnya.
Di tengah-tengah JATP terlihat patung dua buah duren yang lumayan besar, yang satu utuh dan yang satunya sudah terbuka. Di dekatnya direncakan ada kebun durian, terutama jenis Montong dan Musang King. Sekitar bulan April atau Mei 2019, pembangunan JATP ini untuk tahap 1 akan dilaunching oleh Presiden RI dan Gubernur DIY.
(Arif K Fadholy/Sodik)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |