Proyek Pedestrian Malioboro Segera Tuntas, Ini Item Pekerjaan yang Belum
Rabu, 07 November 2018 14:49 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Proyek pembangunan pedestrian Malioboro di sisi barat mendekati akhir. Progres pekerjaan disebut telah mencapai 95 persen dan hanya menyisakan beberapa item pekerjaan saja sebelum dilakukan provosional hand over (PHO). "Kami bersyukur pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai schedule. InsyaAllah pekan ke-2 atau ke-3 bulan Desember nanti sudah PHO," ucap Kepala Dinas PUP-ESDM DIY Muhamad Mansur ST kepada Warta Konstruksi, Rabu (7/11/2018). Arif Azazi Zein, Kasi Penataan Bangunan dan Permukiman Bidang Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY pada kesempatan yang sama mengungkapkan, pekerjaan pedestrian Malioboro hanya tinggal menyisakan beberapa item pekerjaan saja. Di antaranya street furniture, lampu budaya, dan vegetasi. Baca juga: "Yang belum hanya tiga item saja, ada street furniture, lampu budaya, dan vegetasi. Selebihnya sudah selesai. Kami optimistis pekerjaan sesuai jadwal dan seperti yang dikatakan pak Kepala Dinas, PHO di pekan ke-2 atau ke-3," katanya. Street furniture yang belum dipasang berupa kursi dengan ornamen tertentu yang nantinya dipasang di beberapa titik di sepanjang kawasan pedestrian sisi barat. Bentuknya sama dengan sisi timur. Sedangkan lampu budaya, juga akan dipasang di sepanjang kawasan tersebut. Pantauan wartakonstruksi.com, lampu-lampu yang akan dipasang, Selasa (6/11/2018) terlihat mulai didatangkan dan disimpan di dekat direksi keet di bagian belakang Kantor UPT Malioboro. Satu mobil bak terbuka terlihat memasuki area ini dengan muatan penuh lampu budaya.   Proyek pedestrian sisi barat sudah mencapai 95 persen, dan hanya menyisakan tiga item pekerjaan sebelum PHO Desember mendatang. Foto: Dodi Pranata Arif mengungkapkan, meski pekerjaan belum sepenuhnya selesai namun kawasan tersebut sudah bisa digunakan. Bahkan sejak awal pekerjaan, kawasan itu tetap bisa digunakan karena diberlakukan sistem on off. Jadi saat ada pekerjaan, maka kawasan itu tertutup untuk publik. Demikian sebaliknya. "Dari dulu pekerjaan memang begitu, diberlakukan on off. Jadi gak harus nunggu PHO dulu baru bisa diakses publik. Ya kalau pekerjaan selesai bisa digunakan, kalau sedang ada pekerjaan maka area itu off untuk publik," terangnya. Proyek pedestrian Malioboro sisi barat digarap PT F Syukri Balak dengan nilai kontrak Rp. 37.312.818.600,00. Waktu pelaksanaan pekerjaan selama 300 hari. Pekerjaan membentang dari Jalan Margo Utomo hingga depan Hamzah Batik. Kemudian bagian dari pekerjaan itu ada di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta. (Redaksi  WK)            
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News