BANTUL (wartakonstruksi.com) – Desa Bantul bakal memiliki 2 monumen proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno. Monumen Bung Karno bakal dibangun di dua lokasi yakni di simpang empat Jl Pemuda Teruman, Kresen dan Padukuhan Geblag persisnya di belakang makam Tegal Dowo.
Minggu (23/9/2018) dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monument Ir Soekarno di simpang empat Jl Pemuda Teruman, Kresen, Bantul oleh Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih didampingi Plt Lurah Bantul, Rumanta.
"Pembangunan monumen ini akan kita jadikan awalan destinasi wisata. Ini hubungannya dengan proyek pembangunan dari Desa Bantul yang kita biayai dari dana desa," ucap Rumanta, Minggu (23/9/2018).
Baca juga:
Untuk membangun dua monumen itu, Pemdes Bantul mengalokasikan anggaran Rp 20 juta dari dana desa minus patung. Dua patung proklamator RI yang akan dipasang di dua lokasi merupakan pemberian dari seniman Desa Bantul yakni Hardo Wardoyo Suwarto.
Patung dibuat dari bahan perunggu dan memiliki ketinggian 3 meter. Patung Bung Karno di belakang Makam Tegal Dowo berpose melambaikan tangan, sedangkan di Pedukuhan Kresen tidak melambai. "Kenapa Bung Karno, karena di Dusun Grujugan itu sudah dicanangkan sebagai kampung Pancasila. Ada yang menawari patung Bung Karno, kemudian kita letakkan di dua lokasi," terang Rumanta.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pembangunan Monumen Ir Soekarno merupakan ide yang bagus. "Selain untuk pariwisata, bisa juga untuk mengingatkan kembali kepada anak-anak muda mengenai proklamator negara kita. Saya menyambut positif dan saya akan terus memberi dukungan," ucap Halim.
Berita lainnya:
Dia menerangkan, saat ini masyarakat Bantul punya spirit atau euforia mengembangkan destinasi wisata di desa-desa. Menurutnya euphoria itu positif karena memandang desanya punya potensi wisata. Karena itu, lanjut Halin, pihak desa mengusulkan kepada pemerintah agar sarana dan prasarana penunjang pariwisata di desa ini dibantu.
Pemkab, kata dia, menganggarkan beberapa skema, di antaranya bantuan keuangan khusus, dana pembangunan partisipatif, dan padat karya untuk melengkapi dana desa yang dimiliki masing-masing desa. Dengan strategi ini, lanjut dia, kemudian terjadi percepatan infrastruktur di pedesaan.
"Proposalnya itu untuk kepentingan pariwisata. Itu gak apa-apa karena itu dianggap potensi. Ini salah satu kreativitas masyarakat yang perlu kita dukung," pungkas Halim.
Jurnalis : Arif K fadholy
Editor   : Sodik
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |