
Untung Waluyo, Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo. Foto: Arif K Fadholy
Proses pembangunan masih pada panggung terbuka (outdoor), pos kamling, dan lainnya. Dia berharap pada 2019 bangunan sudah jadi, sehingga dapat dioptimalkan sebagai pengembangan budaya atau aktivitas masyarakat yang lain. “Dengan adanya taman budaya itu, harapan kita juga berdampak pada pengembangan ekonomi. Karena di situ akan terpusat dan terkonsentrasi dalam berbagai aktivitas budaya. Kalau ada banyak orang terkumpul, berarti ada pasar baru dan berdampak pada pngembangan ekonomi rakyat,†paparnya.
Untung juga berharap, generasi muda tergugah untuk ikut serta meramaikan taman budaya Kulonprogo. Saat ini di Kulonprogo ada art for children atau seni untuk anak-anak. Sekitar 120 anak-anak SD ada yang latihan tari, gamelan, seni tradisi angklung. “Daripada anak-anak itu kluyuran, lebih baik melakukan aktivitas budaya di tempat itu,†sambungnya.
Taman budaya akan dikelola secara profesiona. Apabila nanti badan pengelola berbentuk UPT, lanjut Untung, ada aktivitas yang sifatnya rutin, komersial, dan ada sifatnya untuk latihan. “Kegiatan di taman budaya sekarang hanya mengisi kekosongan. Karena kalau sekarang kan masih proses pengerjaan,†pungkasnya.
Â
Jurnalis : Arif K Fadholy
Editor   : Sodik
 | Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |