Sering Tergenang, 7 Jalan Padukuhan di Tanjungan Dipoles Aspal
Selasa, 08 Januari 2019 08:30 WIB

Jalan Padukuhan Tanjungan 2

KLATEN (wartakonstruksi.id) – Pengaspalan jalan di Tanjungan, Wedi, Klaten tidak hanya dilakukan pada jalan desa. Pengaspalan jalan juga menyasar jalan-jalan kecil atau padukuhan. Tak heran bila jalan tingkat RW yang lebarnya hanya 1,5 meter pun tetap dipoles dengan aspal sehingga mulus. Padahal bila tidak aspal seperti diambil foto-fotonya oleh Wartakonstruksi, jalanan tersebut selalu tergenang air saat turun hujan. Bahkan kadang disertai banjir sampai mata kaki. Bila tidak berhati-hati saat hujan, orang bisa terpeleset. Wartakonstruksi merekam kegiatan pengaspalan itu. Mulai dari kerikil untuk lapis pertama jalan dan kemudian diberi aspal. Sampai akhirnya diratakan dengan menggunakan tridum roller atau penggilas roda tiga. Baca juga: Kepala Desa Tanjungan Suharna menuturkan, ada sekitar tujuh jalan pedukuhan yang diaspal. Panjang jalan itu rata-rata mencapai 600 meter. “Dengan demikian, total panjang jalan pedukuhan di desa kami sekitar 42 km. Sebagian sudah diselesaikan atau diaspal. Sekitar 60 persen jalan pedukuhan di desa memang sudah diaspal,” kata Suharna. Khusus pengaspalan jalan pedukuhan yang dipantau Wartakonstruksi menggunakan dana desa sebesar Rp 27 juta ditambah bantuan keuangan dari kabupaten sebesar Rp 20 juta. Kebetulan, Pemdes juga mengajukan permohonan bantuan untuk mengaspal jalan. Dengan turunnya bantuan, desa pun memanfaatkannya untuk pengerjaan pengaspalan. Warga pun merasakan manfaat dari pengaspalan jalan yang masuk ke gang-gang rumah di desa. Seorang warga, Suradji, yang jalan di samping rumahnya diaspal mengungkapkan pengaspalan itu menjadikan jalan terlihat asri dan rapi. Warga pun merasakan kemudahan saat melewati jalan yang mulus. “Kalau dulu, jalannya kurang rata meski sudah disemen. Kalau diaspal kan lebih mulus dan rata. Warga pun senang melewatinya. Ekonomi warga bertumbuh karena memudahkan mereka membawa hasil bumi,” tutur Suradji. Menurut rencana semua jalan pedukuhan akan diaspal. Kepala desa berharap pengaspalan itu rampung di awal tahun 2019. Dia ingin semua jalan terlihat rapi karena pengaspalan. Selanjutnya, desa bisa beralih pada pemberdayaan ekonomi untuk pemanfaatan dana desa. “Meski tidak meninggalkan infrastruktur karena masih ada pembangunan fisik, kami juga fokus pemberdayaan ekonomi warga” pungkas kepala desa. Gonang Susatyo
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News