Truk Pasir Tonase Besar Bikin Jalur Evakuasi Plosokerep Rusak Parah
Minggu, 30 Desember 2018 09:55 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Ruas jalan di simpang empat Plosokerep Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan rusak parah. Kondisi ini sangat disayangkan karena jalan itu merupakan salah satu akses utama sebagai jalur evakuasi yang dipersiapkan  jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam Gunung Merapi. Dijelaskan Kepala Desa Umbulharjo, Suyatmi, kerusakan parah yang terjadi pada jalan itu salah satu pemicunya akibat tingginya aktivitas truk pengangkut  pasir dengan tonase besar yang  melintas jalan dan berlangsung  selama 24 jam. Akibatnya  hampir sebagian besar badan jalan dalam kondisi bergelombang dan berlubang sehingga membahayakan warga yang sedang melintas. “Kondisi jalurnya rusak, padahal itu jalur merupakan satu diantara jalur evakuasi di Plosokerep. Salah satu penyebabnya adalah truk-truk pengangkut material dengan tonase besar,” kata Suyatmi, kemarin. [caption id="attachment_3698" align="aligncenter" width="660"]Kerusakan jalan di seputaran simpang empat Plosokerep Kerusakan jalan di seputaran simpang empat Plosokerep akibat sering dilalui truk tonase besar.[/caption] Menurutnya, bagi masyarakat di wilayah  Cangkringan khususnya yang berdomisili di wilayah timur, tengah dan barat,  jalan tersebut sangat dibutuhkan sebagai jalur evakuasi bebas hambatan. “Semestinya tidak untuk dilintasi truk-truk penambang material,” tutur dia. Jika terus dibiarkan kondisi tersebut akan menmbulkan kerugian lebih besar. Salah satu warga Padukuhan Plosokerep bernama Slamet (38)  menambahkan bahwa kerusakan jalan makin parah lantaran terdapatnya sejumlah instalasi pipa air mengarah ke sebuah lokasi peternakan. “Nek aku kon ndandani yo gemang mas (kalau saya disuruh memperbaiki saya menolak mas, red),” ujar dia. Dirinya berharap kepada pemerintah  agar jalan tersebut segera diperbaiki."Dulu pernah diperbaiki warga sekitar sini, tapi sekarang rusak lagi, kami harap segera ada penanganan," harapnya. (AS Adam/Eko Purwono)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News