UMBUL BRINTIK EXOTIC: Jumlah Kolam Ditambah, Pedagang Dibuatkan Los Baru
Sabtu, 19 Januari 2019 09:00 WIB
KLATEN (wartakonstruksi.com) – Potensi wisata pemandian Umbul Brintik tengah dikembangkan oleh Pemdes Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Dibandingkan wisata pemandian lainnya di Klaten, Umbul Brintik memang berbeda. Dengan kandungan PH yang tinggi, pemandian itu juga menjadi tempat terapi bagi penderita tekanan darah tinggi, diabetes sampai stroke. Baca juga: Keunggulan seperti ini yang mendorong desa untuk mengembangkan wisata Umbrul Brintik. Dengan pengelolaan secara mandiri oleh BUMDes Sumber Makmur, pembenahan tempat wisata itu diharapkan bisa meningkatkan jumlah pengunjung. Apalagi Umbul Brintik merupakkan destinasi wisata yang tidak hanya dikunjungi masyarakat Klaten tetapi juga Yogyakarta.

Kandungan PH yang tinggi membuat Umbul Brintik juga dimanfaatkan untuk terapi bagi penderita darah tinggi, diabetes dan lainnya. Foto: Gonang Susatyo

Pembenahan tempat wisata itu dilakukan secara bertahap sejak empat tahun lalu dengan dikucurkannya dana desa. Dimulai dengan penambahan kolam renang. Semula Umbul Brintik hanya memiliki 2 kolam, salah satunya digunakan oleh warga untuk mandi dan mencuci. Kini, jumlah kolam sudah menjadi lima, termasuk yang terletak agak terpisah dengan kompleks wisata karena kolam tersebut digunakan warga untuk mandi dan mencuci.

Pembenahan terus dilakukan pengelola, salah satunya pada kolam. Semula hanya ada satu kolam dan kini jumlahnya sudah ada 5 kolam. Foto: Gonang Susatyo

Selain penambahan kolam renang, para pedagang juga akan ditata agar tidak terkesan semrawut. Mereka akan ditempatkan di los-los yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian. Rencananya ada 17 los berukuran 2x2,26 m yang akan digunakan pedagang berjualan.

Fasilitas penunjang juga dipoles. Pengelola membangun los baru bagi pedagang. Foto: Gonang Susatyo

“Los-los ini dibangun untuk pedagang yang berjualan di dalam kompleks pemandian. Dengan demikian, pemandian akan terlihat lebih rapi dan teratur. Pembangunan los ini mulai dilakukan sejak pertengahan pekan lalu,” kata Gatot (49), warga setempat yang menggarap pembangunan los. Menurut dia, pembangunan di setiap bagian dari pemandian itu dikerjakan oleh pemborong yang berbeda. Ada yang khusus membuat kolam dan yang lain khusus membuat gapura dan penambahan lahan parkir. “Saya sendiri yang membangun los-los untuk pedagang. Saat ini pengerjaannya di bagian atap,” ujar Gatot.

Pembangunan los baru dilakukan untuk merelokasi pedagang yang sebelumnya tidak tertata. Dengan penataan diharapkan Umbul Brintik semakin tertata rapi. Foto: Gonang Susatyo

Rencana pemindahan tempat berdagang tak dipersoalkan oleh para pedagang. Pasalnya tempat berdagang mereka masih berada di kompleks pemandian. “Kalau harus dipindah ya gak masalah, biar rapi dan tertata. Kami manut saja, toh lokasinya juga masih di dalam kompleks,” kata Imam (50), salah satu pedagang gorengan dan mie gelas di komplek pemandian. Namun dirinya tidak mengetahui kapan mereka dipindahkan ke lokasi yang tersedia. “Mungkin nunggu sampai los selesai dibangun semuanya,” ujarnya lagi. (Gonang Susatyo/Sodik)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News