Warga Sukorame dan SJG Tolak Penambangan Menggunakan Alat Berat
Rabu, 18 April 2018 05:16 WIB

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Sekitar 200 warga Sukorame Banyu Biru Muntilan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan Sapu Jagad Gunung (SJG) menolak keras penambangan pasir dengan menggunakan alat-alat berat. Pasalnya, penambangan menggunakan alat berat yang dilakukan perusahaan-perusahaan penambang tersebut mengancam lingkungan.

“Jika dibiarkan maka kerusakan lingkungan bakal terjadi, meluas dan mengancam keamanan warga,” ucap Koordinator SJG, Imam, ketika unjuk rasa di Kantor BBWS-SO, Janti Yogya, Selasa (17/4/2018).

Aksi unjuk rasa dilakukan warga karena selama ini pihaak yang berkompeten dinilai percaya begitu saja dengan ulah penambang menggunakan alat-alat berat. Tingkat kerusakan lingkungan sudah mulai nampak di sekitar alur sungan Pabelan, Senowo, Tlingsing, Lamat dan Apu.

Warga pengunjuk rasa tetap tertib saat menyampaikan aspirasinya.Pengunjuk rasa meminta pihak BBWS-SO segera turun tangan, meninjau lokasi dan melakukan langkah-langkah pengamanan agar SDA di kelima sungai tersebut tidak diacak-acak penambang.

“Jika tidak ada langkah dan sikap yang tegas, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” timpal Hendrat, salah satu pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 tak berlangsung lama, karena aspirasi mereka segera ditampung oleh pihak Kepala Bidang Pelaksanaan BBWS-SO Ir Modesta Tandiayuk yang berjanji akan memberikan Moratorium agar alat berat dihentikan.

“Terimaksih, aspirasi saudara akan kami tindaklanjuti. Intinya kami terbitkan moratorium agar penambangan menggunakan alat berat untuk sementara dihentikan sampai ada keputusan lebih lanjut,” kata Modesta. 

Penulis :
Editor : redaksiwk
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News