BANTUL (wartakonstruksi.com) – Pemerintah tengah bersiap membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru di Bambanglipuro, Bantul dan Caturtunggal, Depok, Sleman. Dana puluhan miliar kabarnya sudah disiapkan untuk merealisasi rencana tersebut.
Demikian diungkap Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum (PIALAM) DIY, Rosdiana Puji Lestari ST M.Eng, kepada wartakonstruksi.com. Pembangunan IPAL Bambanglipuro dilakukan langsung Kementerian PU bekerjasama dengan Pemkab Bantul.
Baca juga
Menurut Rodsiana, rencananya pada tahun 2020 mendatang sudah ada alokasi anggaran sekitar Rp 45 miliar untuk pembangunan IPAl di Bambanglipuro. Nantinya, IPAL Bambanglipuro akan mengakomodir sambungan dari kawsan Bantul bagian selatan.
“Kita kan me layani Sleman bagian selatan, kemudian Bantulnya bagian utara. Untuk Bantul bagian selatan belum terakomodir, nah akan dibangun IPAL di Bambanglipuro. Jadi 2020 sudah mulai ada alokasi anggaran untuk fisik, plus Sambungan Rumah (SR) di sekitar lokasi. Itu support penuh dari Kementerian PU,” ucap Rosdiana.
Selain di Bambanglipuro, IPAl serupa juga akan dibangun di Caturtunggal pada tahun yang sama. “Jadi nanti ada 2, satu di Bambanglipuro, satu lagi di Catur Tunggal, kalau tidak salah. Sementara ini kan sudah ada 2, di kita di Sewon, kemudian di Berbah,” jelasnya.
Pembangunan kedua IPAL sangat diperlukan untuk mengakomodir SR Bantul bagian selatan, dan Sleman. Terlebih kapasitas IPAl Sewon saat ini nyaris overload. SR IPAL ini sudah mendekati target yakni 25.000 SR.
Balai PIALAM DIY sendiri tengah menyiapkan alih teknologi agar tidak overload. Alih teknologi dipilih mengingat untuk memperluas areal pengolahan IPAL sudah tidak dimungkinkan.
“Kemungkinan besar akan ada alih teknologi, kemarin sudah di FGD (focus group discussion) – kan, tahun 2020 mudah-mudahan sudah bisa direalisasi. Mudah-mudahan karena alokasi anggaran dari pusat sudah ada,” terangnya.
Alih teknologi yang akan dilakukan kemungkinan dengan memperbanyak aerator pada kolam penampung. Saat ini pada masing-masing kolam hanya ada satu aerator, nah jumlahnya akan diperbanyak agar bisa menambah kapasitas IPAL Sewon.
Sesuai hasil analisis yang sudah dibuat, lanjutnya, dengan penambahan aerator dapat menambah kapasitas menjadi 30.000 - 35.000 SR dari semula maksimal 25.000 SR. “Jadi teknologinya itu penambahan aerator. Sudah dihitung, bisa menambah kapasitas jadi 30.000-35.000 SR,” jelasnya.
Pengolahan air limbah di IPAL Sewon hanya melakukan pengolahan fisik tanpa ada penambahan kimia lain. Kecuali saat hasil olahan akan dialirkan keluar, akan ditambahkan klorin untuk membunuh bakterinya. “Jadi memang hanya fisik, hanya penyaringan, pengendapan, kemudian aerasi untuk mensupport pengendapan,” katanya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |