Dinas PUPKP Sleman Rehabilitasi 34 Saluran Irigasi, Serap Anggaran Rp 21 Miliar
Rabu, 24 September 2025 05:22 WIB

Rehaab+DI+Beji

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bidang Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan program rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi di sejumlah wilayah. Program ini bertujuan memperbaiki infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan persawahan.

Untuk membiayai kegiatan tersebut, Dinas PUPKP Sleman mengalokasikan anggaran sebesar Rp 21 miliar dari APBD. Dana ini sepenuhnya difokuskan pada rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten.

Baca juga

“Seluruh anggaran diarahkan agar infrastruktur irigasi lebih andal sehingga distribusi air ke sawah bisa lebih efisien,” kata Kepala Bidang SDA, Arif Hariyanto, ST., MT, kepada wartakonstruksi.com, kemarin.

Progres konstruksi hingga September menunjukkan capaian signifikan. Untuk paket pengadaan langsung, seluruh pekerjaan telah rampung 100 persen dan kini masuk tahap Provisional Hand Over (PHO) dengan durasi kontrak 60 hari kerja. Sementara itu, paket tender masih berjalan dengan capaian fisik 55–65 persen. Kontrak ini berdurasi 90 hari kerja dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2024, dengan realisasi pembayaran sekitar 50 persen.

{$lg[1]}
Rehabilitasi DI Beji Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Foto: doc

Pihaknya memastikan proyek berjalan sesuai jadwal melalui pengawasan rutin dan evaluasi mingguan. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan, khususnya melalui forum Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Forum ini memberi ruang bagi petani untuk menyampaikan masukan serta mencari solusi atas kendala yang muncul di lapangan. Usulan dari P3A inilah yang menjadi dasar pelaksanaan program, mengingat mereka yang sehari-hari berhadapan langsung dengan kondisi saluran irigasi.

Setelah proyek selesai, operasional dan pemeliharaan saluran akan dilanjutkan oleh UPT PSDA di masing-masing wilayah. Pemerintah juga telah menyiapkan program lanjutan yang mencakup rehabilitasi bendung-bendung di bawah kewenangan kabupaten serta pengangkatan sedimentasi di hulu bendung. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kapasitas aliran air sekaligus memastikan keberlanjutan fungsi irigasi bagi pertanian.

{$lg[1]}
DI Mlangi Nogotirto Gamping, Slemaan setelah direhabilitasi. Foto: doc

Program ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi petani Sleman. Saluran irigasi yang lebih baik akan membantu mengurangi kehilangan air sekaligus meningkatkan produktivitas panen. “Dulu banyak air terbuang sebelum sampai ke lahan. Setelah diperbaiki, alirannya lebih lancar sehingga pola tanam lebih mudah diatur,” ujar Sumardiono, petani asal Gamping.

Hal senada disampaikan Paryadi, petani dari Kecamatan Ngemplak. Ia mengaku rehabilitasi saluran membuat pasokan air lebih stabil, terutama saat musim kemarau. “Sekarang lebih terjamin, jadi kami bisa tanam padi dan palawija bergantian tanpa khawatir kekurangan air,” katanya.

Penulis : WK 002
Editor : Dodi, S.H., M.H
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News